Apa Itu Agama Baha'i yang Viral Setelah Menteri Agama Beri Ucapan Selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB?

Kepada saudaraku masyarakat Baha’i di manapun berada, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Naw-Ruz 178 EB.

Tayang:
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Sudarwan
Tribunjateng
Viral Video Ucapan Selamat Hari Raya Agama Baha'i, Ini Sejarah Agama Baha'i dan 3 Prinsip Dasarnya 

Dia mengaku sebagai pendidik Ilahi yang telah dijanjikan bagi semua umat dan yang dinubuatkan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama-agama lainnya.

Dia menyatakan bahwa misinya adalah untuk meletakkan fondasi bagi persatuan seluruh dunia, serta memulai suatu zaman perdamaian dan keadilan, yang dipercayai umat Baha'i pasti akan datang.

Yang menjadi dasar ajaran Baha'i adalah asas-asas keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia.

Pengaruh dari asas-asas hakiki ini dapat dilihat pada semua ajaran kerohanian dan sosial lainnya dalam agama Baha'i.

Baca juga: Mengenal Zakir Naik Pendakwah Internasional Asal India, Suka Debat & Hafal Kitab Agama Seluruh Dunia

Baca juga: Umat Nasrani di Palembang Jalani Vaksinasi Covid-19, Tokoh Agama dan Lansia Jadi Prioritas

Sejarah Agama Baha'i

Pada 1844, ketika Iran dilanda dekadensi moral, Sayyid ‘Ali Muhammad, dikenal sebagai “Sang Bab”, hadir dengan pesan-pesan perdamaian.

Pemuda asal Shiraz itu mengaku sebagai rasul yang membawa misi mempersiapkan jalan bagi kehadiran “Perwujudan Tuhan”.

Sosok itulah yang nantinya membawa perdamaian dan menyerukan nilai-nilai keadilan universal.

Ajaran Sang Bab menuai kontroversi.

Banyak masyarakat yang mengikuti Sang Bab karena ajarannya menyerukan penolakan terhadap diskriminasi.

Tapi, pejabat dan pemuka agama Iran khawatir akan kehilangan kekuasaannya seiring meningkatnya pengikut Sang Bab.

Alhasil, seruan Sang Bab dianggap sebagai ajaran sesat.

Resistensi dari elite Iran menyeret Sang Bab ke sejumlah pengasingan di pegunungan Azerbaijan.

Namun, semangat Sang Bab untuk membumikan ajarannya tidak pupus.

Alih-alih menyerah di tengah tekanan, kehadiran Sang Bab justru disambut ramah oleh para tahanan.

Mereka malah menjadi pengikut Sang Bab.

Salah satu sosok yang menjawab seruan Sang Bab adalah Mírzá Husayn 'Alí yang bermukim di Tehran.

Mírzá merupakan keturunan raja dengan kemampuan intelektual dan jiwa empati yang luar biasa.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved