Berita Empatlawang

TUKANG Sampah di Empat Lawang Ini Gajinya tak Dibayar, Sudah Melapor Tapi Terpaksa Mengundurkan Diri

Sopyan yang telah bekerja menjadi pengangkut sampah dengan truk kontainer sejak 2008 ini, selain merasa kecewa karena gajinya belum dibayarkan

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Sahri Romadhon
Sopyan sewaktu masih bekerja sebagai pengangkut sampah Pasar Pulo Mas kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang. 

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG - Sopyan (56) warga Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang yang sebelumnya bekerja sebagai pengangkut sampah belum menerima gaji atau upah pada di bulan April kemarin.

Tidak hanya itu dirinya juga merasa sudah berapa kali melakukan penagihan akan tetapi tidak pernah membuahkan hasil.

Sopyan yang telah bekerja menjadi pengangkut sampah dengan truk kontainer sejak 2008 ini, selain merasa kecewa karena gajinya belum dibayarkan selama sebulan telah mengundurkan diri sejak April 2021.

Sopyan menjelaskan menurutnya dia mengundurkan diri karena tidak sanggup dan menolak tugas baru dari pihak DLH yang menunjuknya sebagai tukang kebersihan selokan, sebab penolakan itulah dia mengundurkan diri akan tetapi upah kerjanya selama bulan April tak kunjung diterima. 

"Gaji saya belum dibayar selama April, selain itu selama 3 bulan kemarin saya juga dibayar tiga jumlah gaji yang berbeda" Kata Sopyan, Minggu (25/07/2021).

Sopyan bercerita di masa pandemi tentu dirinya juga mengalami kesulitan ekonomi, sebab itu dirinya sangat membutuhkan kebijaksanaan dari pihak yang memperkerjakannya dimana dirinya mengakui untuk bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari merasa kesulitan.

"Pada bulan Januari dan Februari gaji normal yakni sehari 50 ribu rupiah, tapi untuk bulan Maret cuma dibayar 100 ribu dengan alasan cuma dua hari bekerja sedangkan bulan empat pernah saya tanya ke kabid Sampah B3 DLH katanya tunggu pencairan berikutnya, tapi waktu pencairan berikutnya tiba gaji saya masih belum dibayarkan juga," jelas Sopyan.

Ditambahkan Sopyan pada kesempatan berikutnya dirinya juga telah mendatangi dan menanyakan kembali hal ini kepada bendahara dan kepala bidang Sampah B3 (Riza Pahlevi) untuk meminta gaji dibulan April, kendati demikian gajinya juga tetap tidak dibayarkan dengan alasan nama dia tidak ada di daftar penerima gaji.

"Pernah saya tanya ke Bendahara DLH, katanya nama saya tidak ada ,tidak dimasukan, dengan alasan tidak pernah masuk bekerja, padahal saya telah bekerja sampai dengan bulan April," jelasnya.

Sopyan berharap kepada pihak pemerintahan terkait segera memberikan gajinya walaulun sudah berhenti karena dirinya merasa berhak atas apa yang telah dikerjakan.

"Saya mau gaji saya di bulan april itu dibayar, itu saja tidak lebih," Harapnya.

Sementara itu pada Selasa (27/07/2021) siang pihak Dinas Lingkungan hidup telah melakukan mediasi dengan Sopyan, dimana hasil dari mediasi tersebut dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan pembicaraan bersama Bendahara dan Kepala Bidang Sampah B3 terkait upah Sopyan.

"Saya sudah bertemu dengan pihak DLH katanya tunggu kabar baik dari mereka, karena Kepala Dinas mau membahas hal ini terlebih dahulu bersama Bendahara dan Kabid Sampah," tutup Sopyan.(Sahri/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved