Breaking News:

Puntung Rokok Picu Karhutla, 5 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Indralaya Selatan

Diduga karena puntung rokok 5 hektare lahan gambut di Ideralaya Selatan terbakar. Api berhasil dipadamkan BPBD empat jam kemudian

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Proses pemadaman lahan gambut terbakar di wilayah Desa Meranjat III, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, pada Senin (26/7/2021) siang. 

 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Musim kemarau membuat lahan hutan gambut dan semak belukar mengering yang sangat mudah terbakar.

Hal tersebut terjadi pada peristiwa kebakaran lahan gambut di wilayah Desa Meranjat III, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, pada Senin (26/7/2021) siang. 

Menurut keterangan warga yang menjadi saksi mata, diduga kebakaran itu dipicu oleh puntung rokok yang dibuang di lahan ilalang yang kering. 

"(Kebakaran) karena puntung rokok. Ini sama seperti penyebab beberapa kebakaran di Meranjat sebelumnya," kata Haris, seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) ditemui di lokasi kebakaran. 

Memasuki musim panas seperti saat ini, kata Haris, lahan gambut di wilayah Desa Meranjat III sangat mudah terbakar. 

"Bahkan pernah gara-gara knalpot motor saja bisa memicu kebakaran," ujarnya. 

Menurut Haris, kebakaran terjadi mulai pukul 11.25. Beruntungnya api berhasil dipadamkan empat jam kemudian atau tepatnya pukul 16.30.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan dan Ogan Ilir melakukan upaya pemadaman api melalui darat dan udara. 

"Anggota kami sudah dikerahkan ke lokasi kebakaran. Ini sedang proses membasahi lahan," kata Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Ardha Munir dihubungi terpisah. 

Selain itu, dua unit helikopter dari BPBD Sumatera Selatan dikerahkan untuk melakukan water bombing. 

"Lokasi kebakaran cukup sulit diakses melalui darat sehingga perlu bantuan pemadaman dari udara," jelas Ardha. 

Menurut Ardha, tercatat ada sekitar 5 hektar lahan gambut yang terbakar. 

Meski api berhasil dipadamkan, petugas BPBD Ogan Ilir tetap berjaga di lokasi kebakaran selama beberapa jam ke depan. 

"Anggota kami masih memeriksa titik-titik yang kemungkinan bakal terbakar lagi," kata Ardha. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved