Lindungi Temannya, Pemuda Musi Rawas Nekat Duel Lawan Perampok, Terluka Tapi 2 Bandit Tak Berkutik
Namun, tiba-tiba datang dua pria menggunakan satu sepeda motor, langsung menodongkan pistol ke arah Yola sambil meminta handphone dan tasnya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Aksi heroik dilakukan oleh Fauzi dibantu Sukron yang nekat duel lawan perampok di kawasan Musi Rawas Sumatera Selatan, Selasa (20/7/2021) malam.
Niat ingin Lindungi Temannya, Pemuda Musi Rawas Nekat Duel Lawan Perampok, keduanya terluka, namun dua bandit yang kerap beraksi di kawasan Kelurahan Muara Kulam, Musi Rawas itu pun kena batunya.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, dua pelaku penodongan di Kabupaten Musi Rawas Utara, ternyata membawa pistol.
Namun, masih beruntung pistol yang dibawa pelaku belum sempat ditembakkan salah satu dari pemuda yang melakukan perlawanan yakni Sukron.
Namun, Fauzi yang nekat mengajak duel dua perampok itu, mengalami luka tusuk. Perlawanan Fauzi memang sempat terhalang oleh tindakan salah satu pelaku yang membawa piston ketika menodongkan pistol ke kepala temannya Sukron.
"Iya mereka bawa pistol dan pisau, tapi pistolnya belum sempat ditembakkan," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, AKP Dedi Rahmad, Rabu (21/7/2021).
Adapun korban dari penodongan ini, adalah Fauzi (21) dan Sukron (22) bersama dua teman perempuannya, Yola (16) dan Riza (17). Mereka warga Dusun Sendawar, Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara ini masih selamat dari maut.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sementara itu, aksi penodongan yang dilakukan oleh Roki (17) dan Dani (23) terjadi di salah satu jembatan antara Dusun Sendawar dan Kelurahan Muara Kulam, Selasa (20/7/2021) sekira pukul 16.20 WIB.
Kedua pelaku merupakan warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Kronologi:
Aksi Penodongan alias perampokan ini, ini terjadi awalnya kedua korban mengendarai dua sepeda motor membonceng dua teman perempuannya.
Saat itu, Fauzi dan temannya Sukron beriringan ingin pulang ke Dusun Sendawar dari berlebaran di Hari Raya Idul Adha di Kelurahan Muara Kulam, membonceng teman wanita mereka.
Namun, saat melewati salah satu jembatan dengan kondisi sepi, mereka berhenti untuk memakan es krim yang telah mereka beli.
Namun, tiba-tiba datang dua pria menggunakan satu sepeda motor, langsung menodongkan pistol ke arah Yola sambil meminta handphone dan tasnya.
"Sini HP dan tas kamu," kata Yola menirukan suara pelaku.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
Saat dimintai keterangan oleh polisi, Yola mengungkapkan tasnya tidak berisi uang, hanya ada alat makeup. Sehingga dia memberikannya.
"Mereka tidak ambil motor kami, mereka cuma minta HP dan tas saya. Mungkin dikiranya banyak uang, padahal cuma ada alat makeup," kata Yola.
Sementara itu, korban bernama Fauzi bertanya kepada Yola, apakah dirinya mengenali para pelaku namun Yola tidak mengenalinya sama sekali.
Saat itu, pelaku yang berpistol kemudian mengarahkan pistolnya ke Yola dan Sukron dan teman wanitanya.
Sementara pelaku lainnya menghampiri Fauzi, dan ingin menusuk Fauzi menggunakan pisau. Tak ingin ketiga rekannya menjadi korban, maka Fauzi kemudian nekat meladeni pelaku yang memakai pisau.
Fauzi yang sigap berhasil menangkis tikaman pelaku, lalu dijatuhkannya pelaku itu ke sungai. Fauzi langsung mendekati pelaku yang menggunakan pistol.
Sementara pelaku yang memegang pisau yang jatuh tadi naik lagi ke atas jembatan dan kembali ingin menusuk Fauzi.
Fauzi masih bisa menangkisnya lagi lalu didorongnya pelaku itu ke semak-semak. Aksi ini mampu menarik perhatian pelaku yang memakai pistol, dan Sukron pun kemudian nekat meladeni Perampok yang memakai piston.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Kesempatan ini dimanfaatkan Yola dan Riza melarikan diri untuk mencari pertolongan. Mereka melarikan diri menggunakan satu sepeda motor untuk meminta pertolongan warga.
Sementara itu, mereka membawa kunci sepeda motor yang satunya lagi dan membuang kunci sepeda motor pelaku ke semak-semak.
Ditodong Pistol
Sementara Sukron, teman Fauzi tak tinggal diam dan membantu Namun perlawanan Fauzi terhenti, ketika Syukron harus menyerah karena pelaku membawa pistol dan pisau.
"Diam tidak, kalau tidak saya tembak," kata korban Sukron menirukan suara pelaku.
Pelaku yang memegang pistol langsung memukul kepala Sukron dengan batu hingga terkapar.
Sementara itu, pelaku yang memegang pisau langsung menusuk Fauzi mengenai punggungnya.
Lalu, kedua pelaku merampas handphone korban, lalu melarikan diri.
Tak Bisa Lari Kunci Kontak Motor Hilang
Namun, pelaku tidak bisa menghidupkan sepeda motornya karena kuncinya dibuang oleh dua perempuan teman korban tadi.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
Lalu, Pelaku mendorong sepeda motornya dan bersembunyi di rumah warga.
Sementara itu, Korban Fauzi kemudian berlari ke perkampungan untuk meminta pertolongan.
Fauzi yang bersimbah darah memberitahu warga bahwa mereka ditodong. Warga kemudian mencari pelaku yang diyakini belum pergi jauh.
Sehingga para pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga dan sempat diamuk massa. Kedua pelaku kemudian dibawa ke rumah Lurah Muara Kulam untuk diserahkan ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, AKP Dedi Rahmad mengatakan, tadi malam, anggota Satreskrim Polres Musi Rawas menjemput kedua pelaku untuk dibawa ke Mapolres.
"Kini pelaku sudah kita amankan di Mapolres untuk diproses," kata Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara, AKP Dedi Rahmad. (Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dua-pelaku-penodongan-saat-diamankan-di-mapolres-musi-rawas-utara-rabu-2172021.jpg)