Breaking News:

Berita Religi

Bolehkah Berkurban 1 Kambing untuk 1 Keluarga? Ternyata Ini Jawaban Tepat Jangan Sampai Salah Niat

Sebagian besar orang masih mengira bahwa 1 kambing hanya boleh diniatkan untuk 1 orang saja, padahal ini niat berkurban yang diajarkan oleh Nabi.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Dokumen
hewan kurban kambing 

SRIPOKU.COM - Apakah boleh kurban 1 hewan atas nama 1 keluarga? Begini penjelasan tepat Ustaz Adi Hidayat.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat muslim yang mampu wajib untuk berkurban.

Menurut pendapat mayoritas Ulama, hukum ibadah kurban adalah sunnah kafiyah.

Hukum ibadah kurban sunnah kafiyah adalah bila ada salah satu anggota keluarga yang berkurban maka gugurlah tuntutan berkurban bagi anggota yang lain.

Lantas, bagaimana jika satu kambing untuk satu keluarga apakah boleh?

Mungkin sebagian besar orang masih mengira bahwa 1 kambing hanya boleh diniatkan untuk 1 orang saja.

Padahal ini merupakan persepsi yang keliru menurut Ustaz Adi Hidayat.

Berikut penjelasan selengkapnnya Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube BERBAGI.

Baca juga: Sering Dilakukan di Indonesia, Ternyata Niat Kurban Ini Salah Kaprah, Begini Kurban Ala Rasulullah

“Ada persepsi yang agak berbeda di masyarakat dan ini kurang tepat. Sebagian besar mengatakan kalau 1 kambing untuk 1 orang. Sapi boleh iuran,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Ternyata anggapan yang selama ini berkembang masyarakat tersebut kurang tepat menurut Ustadz Adi Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa 1 kambing itu tidak harus diberikan untuk 1 orang.

Melainkan diperbolehkan jika 1 kambing diniatkan untuk 1 keluarga.

Sehingga tidak perlu diselang-seling, misalnya tahun ini untuk anggota keluarga A, lalu anggota keluarga B.

Tetapi jika anggarannya cukup untuk satu kambing untuk satu orang, maka dipersilahkan.

Namun jika ingin berkurban untuk satu keluarga dengan 1 kambing, maka itu diperbolehkan.

Hal ini dijelaskan dalam dalil, Nabi mengatakan: “Ya Allah tolong terima qurban saya, Nabi Muhammad dan keluarga besar Nabi Muhammad dan untuk ummat Nabi Muhammad yang selama hidupnya tidak bisa qurban”.

Sehingga, bisa diniatkan bahwa: “Ya Allah qurban ini untuk keluarga saya. Langsung sebutkan namanya, nama bapak (sudah meninggal).”

Jika diniatkan dengan cara seperti itu dengan wakil nama Bapak, maka ibu juga dihitung ikut berkurban, adik, dan semua anggota keluarga.

Meskipun tidak tinggal satu rumah dengan keluarga dan meniatkan keluarga besar maka masih diperbolehkan.

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved