Berita Religi
Sering Dilakukan di Indonesia, Ternyata Niat Kurban Ini Salah Kaprah, Begini Kurban Ala Rasulullah
Kurban itu wajib bagi umat muslim yang mampu, jadi selagi mampu jangan tinggalkan ibadah ini, lantas bagaimana niatnya?
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Niat kurban yang seperti apa sih selama ini menjadi kebiasaan masyarakat yang justru salah? Begini penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Berkurban dilakukan setiap satu tahun sekali saat Hari Raya Idul Adha.
Melakukan kurban merupakan kewajiban umat muslim yang mampu.
Sementara bagi yang belum mampu maka akan menjadi sunnah dan akan gugur apabila salah seorang anggota keluarganya melakukan kurban.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam hal berkurban yakni syarat-syarat hewan yang diperbolehkan.
Misalnya hewan kurban harus sehat dan tidak cacat.
Selain itu, adapun yang menjadi perhatian yakni mengenai niat berkurban.
Hal ini lantaran selama ini banyak yang salah kaprah mengenai niat berkurban yang dianggap satu hewan untuk satu orang saja.
Padahal anggapan tersebut salah besar dan tidak sesuai yang diajarkan Rasulullah.
Lantas bagaimana sih niat kurban yang benar?
Baca juga: Apakah Pahala Kurban Bisa Sampai ke Orang yang Sudah Meninggal? Ternyata ini Penjelasan Ada 2 Dalil
Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat satu hewan untuk satu orang.
Sehingga apabila ada anggota keluarga yang belum berkurban saat Idul Adha, akan diikutkan pada tahun depannya lagi.
Hal ini Ustaz Adi Hidayat salah kaprah, karena pada dasarnya berkurban bisa diniatkan untuk beberapa orang.
Hal tersebut dimisalkan Ustaz Adi Hidayat melaluu cerita seorang wanita tentang caranya berkurban.
Wanita tersebut menggilir kurban untuk suaminya, dirinya, dan anaknya selama tiga tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kisah-singkat-kurban-ikhlasnya-nabi-ibrahim-sembelih-anak-sendiri-demi-tunaikan-perintah-allah-swt.jpg)