Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Masyarakat Tak Perlu Panik, Pemprov Sumsel Tambah Tiga Tower Asrama Haji untuk Isolasi Mandiri  

Pemprov Sumsel membuka tiga tower Asrama Haji Palembang untuk kemutuhan isolasi mandiri pasien Covid-1 dengan gejala ringan atau OTG

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat mengecek langsung kesiapan Asrama Haji Palembang, Rabu (14/7/2021). 

 SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tingkat keterisian tempat tidur Covid-19 atau
Bed Occupancy Ratio (BOR) di Sumsel terus meningkat, seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Bumi Sriwijaya. Hingga saat ini BOR di Sumsel mencapai 88 persen. 

Sebagai upaya antisipasi lonjakan BOR,  Pemprov Sumsel membuka tiga tower Asrama Haji Palembang yang disiapkan sebagai lokasi isolasi mandiri sama seperti Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. 

"Masyarakat saya minta jangan panik,  antisipasi ketersediaan kamar untuk pasien Covid-19, kita telah mempersiapkan tiga tower tambahan di Asrama Haji Palembang dengan kapasitas yang dapat menampung hingga 500 orang," ujar Gubernur Sumsel,  Herman Deru usai mengecek langsung kesiapan Asrama Haji Palembang,  Rabu (14/7/2021).

Dijelaskannya, tiga tower tersebut masing-masing yakni Tower Mekkah, Tower Madinah dan Tower Jeddah.

Usai melakukan peninjauan, Herman Deru mengaku pihaknya terus melakukan persiapan tambahan kamar meskipun saat ini Wisma Jtlet Jakabaring juga akan dibuka dua tower lagi. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien Covid di Sumsel. 

"Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes PCR atau rapid antigen sekarang, hendaknya masyarakat  tidak perlu lagi ragu untuk melakukan isolasi mandiri," tegasnya. 

Dengan telah tersedianya Wisma Atlet dan Asrama Haji sebagai tempat isolasi mandiri yang memadai, Herman Deru mengajak masyarakat jangan ragu untuk isolasi mandiri. Terlebih,  saat ini masih banyak kamar yang kosong. Seperti di Wisma Atlet tercatat baru 78 kamar terisi dari 300 kamar yang disediakan. 

Menurutnya, kamar-kamar ini diutamakan untuk pasien dengan gejala ringan atau OTG. Sementara untuk mereka yang bergejala berat diarahkan ke RS rujukan.

"Tak hanya kesiapan tempat tidur, tapi fasilitas kamar mandi, sirkulasi dan lainnya juga menjadi perhatian kita. Kita ingin memberikan kenyaman bagi masyarakat yang isolasi," ungkap Deru. (Oca) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved