Insiden Paspampres Polri

'OKNUM Polisi Asal Mangap dan Arogan,' DISERET dan Dibentak, Anggota Paspampres Tuai Pujian

Meski sudah mengaku anggota Paspampres, Praka Izroi malah diseret sejumlah anggota polisi berpakaian preman.

Editor: Wiedarto
KompasTV
Anggota Paspampres Praka Izroi Gajah yang dikerubuti petugas kepolisian berpakaian preman. Kesabarannya menuai pujian netizen di twitter. 

@zoelfick: Syukurnya anggota Paspampres ini walaupun masih muda tapi nggak ikutan arogan. Petugas yang pakaian preman ini dan kelihatan sdh paruh baya kenapa nggak bisa lebih santun?

@Bhimochi: Semua yang menyeret Paspampres tiba-tiba menjauh satu persatu karena dia benar-benar anggota Paspampres.

@BANGSAygSUJUD: Salut dg paspampres yg tak terbawa emosi pdhal sudah diperlakukan cukup kasar menurut saya. Harusnya para petugas bisa tegas namun simpatik. Sehingga terjadi keseimbangan. Apapun kondisinya semua wajib tenang namun sigap.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Kronologi

Ceritanya Praka Izroi Gajah hendak menuju markasnya namun tak bisa melintas pos penyekatan.

Ia lalu diseret sejumlah petugas karena mengaku anggota Paspampres namun tak mau tunjukkan kartu anggotanya.

Adapun alasannya, Izroi tak mau menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) Paspampres karena yang memeriksanya berpakaian preman. Izroi akhirnya menujukkan kartu anggota setelah sejumlah anggota TNI ikut mengerubunginya.

Setelah tahu bahwa Praka Izroi benar-benar anggota Paspampres, satu per satu petugas meninggalkannya dan sang Paspampres bisa melewati penyekatan.

Versi lain, kepada petugas yang berjaga, Praka Izroi meminta izin untuk lewat dan mengaku sebagai anggota Paspampres.

Petugas yang berjaga kemudian meminta Praka Izroi untuk menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Tetapi Praka Izroi tidak dapat menunjukkan KTA. Ia beralasan KTA nya sedang diproses. Kejadian tersebut lantas memicu emosi petugas.

Praka Izroi lantas mengeluarkan KTA dan diizinkan untuk melintas.

Tidak lama kemudian, seorang perwira TNI yang berada di lokasi meminta Praka Izroi untuk berlaku baik dengan petugas jaga di lapangan. Perwira TNI tersebut juga mengingatkan Praka Izroi bahwa petugas menjaga penyekatan selama 24 jam.

Dilansir dari Kompas.com, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengatakan adanya kesalahpahaman yang terjadi sehingga sempat timbul percekcokan.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved