Tanaman Ekor Naga

Sudah Lama Merawatnya, Warga Pagaralam Ini tak Tahu Tanaman Daun Ekor Naga Bernilai Ekonomis Tinggi

Ada sejumlah penghobi tanaman hias di Kota Pagaralam telah lama memiliki serta merawat tanaman daun ekor naga yang sedang viral tersebut.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Salah satu warga Pagaralam yang pecinta tanaman bunga menunjukan koleksi tanaman daun ekor naga miliknya, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Beberapa pekan ini jagat media sosial maupun media online banyak membahas dan memberitakan tentang tanaman hias daun ekor naga.

Ada yang menyebut bahwa tanaman daun ekor naga ini masih family (keluarga) tanaman monstera.

Ternyata bukan saja warga yang ada di kota-kota besar yang memiliki tanaman daun ekor naga dan berkhasiat serta memiliki nilai ekonomis tinggi tersebut.

Ada sejumlah penghobi tanaman hias di Kota Pagaralam telah lama memiliki serta merawat tanaman daun ekor naga yang sedang viral tersebut.

Salah satunya Titi (36) warga Pagaralam Utara Kota Pagaralam.

Dia mengaku sudah lama memelihara tanaman tersebut, namun tidak tahu jika nama tanaman tersebut yaitu daun ekor naga.

"Saya punya tanaman itu dek, bahkan saya sudah lama memeliharanya. Ada yang sudah besar dan daunnya sudah membela ada juga yang masih kecil dan daunnya belum terbelah. Tapi saya tidak tahu jika tanaman ini sedang viral," ujarnya.

Dikatakan Titi, dulunya tanaman ini dirinya dapat dari teman yang sama-sama hobi tanaman hias.

Saat itu tanaman ini sudah tidak terpelihara jadi diberikan kepada dirinya.

"Saya awalnya dapat dari teman, namun saat melihat tanamannya bagus saya juga beli dengan harga murah yaitu Rp50 ribu dengan ukuran kecil," katanya.

Bahkan dirinya tidak tahu jika saat ini harga tanaman ini sudah cukup mahal. Pasalnya dulu dirinya hanya membeli dengan harga murah.

"Kabarnya memang harga sudah mahal dan selian itu tanaman ini juga memiliki khasiat untuk kesehatan," ungkapnya.

Pemilik tanaman yang sama, Tina (35) mengatakan, bahwa saat ini dirinya sedang mencoba membudidayakan tanaman tersebut.

"Dulu saya beli secara online dengan harga Rp300 ribu. Saat ini saya mencoba membudidayakan untuk kebutuhan saya sendiri," katanya.

Tina juga mengaku tidak tahu jika tanaman tersebut saat ini sedang viral.

Bahkan sebelum membeli dulu bukan karena viral namun memang tanaman ini tampak unik karena saat masih kecil dan saat besar bentuk daunnya akan berubah.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved