Dua Obat Covid-19 Hasil Temuan Ilmuan Inggris Diburu, Ampuh Matikan Virus, Peneliti Ingatkan Efeknya
Maka itu, dia berharap sumber obat potensial ini, atau dua obat ini akan mempercepat pengembangan obat baru melawan Covid-19.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Maka itu, Penelitian dikonsetrasikan kepada kemampuan 200 jenis obat-obatan ini menghambat dan menekan perkembangan protein yang dihasilkan dari infeksi Virus Corona tersebut.
"Dengan melihat ribuan protein yang berperan dalam infeksi SARS-CoV-2, baik secara aktif maupun sebagai konsekuensi dari infeksi, kami telah mampu membuat jaringan yang mengungkap hubungan antara protein ini,” kata Direktur Milner Therapeutics Institute, Profesor Tony Kouzarides, ilmuwan yang memimpin penelitian dari Milner Therapeutics Institute Universitas Cambridge, Sabtu (3/7/2021) kemarin.
2. Hasilnya Ditemukan Jenis Obat
Selanjutnya, dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan kombinasi biologi komputasi dan pembelajaran mesin untuk membuat peta komprehensif protein yang terlibat dalam infeksi SARS-CoV-2.
Adapun, protein yang diambil dan diuji itu merupakan protein-protein dari jenis yang membantu virus masuk ke sel inang hingga protein yang dihasilkan akibat infeksi dan virus yang membuat replika-replika protein yang kemudian menyerang jaringan tubuh.
Lalu, berdasarkan pemeriksaan jaringan menggunakan kecerdasan buatan (AI) itu, para peneliti berhasil mengidentifikasi protein kunci yang terlibat dalam infeksi dan menyerang tubuh tersebut dan protein inilah yang menjadi target penelitian dan diuji seberapa kuatnya jika kemudian bersentuhan dengan obatan-obatan ini ketika di dalam tubuh orang yang terinfeksi virus.
Kemudian, para peneliti kemudian menganalisis jaringan saraf tiruan, di mana tim mengklasifikasikan jenis obat berdasarkan peran menyeluruh dari target mereka dalam infeksi SARS-CoV-2, yakni replikasi virus dan respons imun.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
Selanjutnya, Mengambil subset dari yang terlibat dalam replika virus, para peneliti kemudian mengujinya menggunakan garis sel dari manusia dan primata non-manusia.
Hasilnya, dari 200 obat yang diuji itu, dua jenis obat proguanil (dan obat antimalaria) dan sulfasalazine (digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn), terbukti dapat mengurangi replikasi virus SARS-CoV-2 dalam sel.
3. Perlu Pengembangan
Hail serupa juga diungkapkan Namshik Han, Kepala Penelitian Komputasi dan AI di Milner Therapeutics Institute, yang menegaskan temuan ini adalah berkah dunia penelitian.
Selanjuntnya para penelti kemudian mengambil pendekatan berbasis data yang pada dasarnya memungkinkan algoritma kecerdasan buatan untuk menginterogasi kumpulan data.
"Sehingga kami kemudian memvalidasi temuan kami di laboratorium dan mengonfirmasi kekuatan pendekatan kami," jelas Han.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dua-obat-covid-19-hasil-temuan-ilmuan-inggris-diburu-ampuh-matikan-virus-peneliti-ingatkan-efeknya.jpg)