Sulfasalazine dan Proguanil Efektif Obati Covid-19, Peneliti Cambridge University: Juga Antibodi
Kedua pakar dan ahli penelitian ini seperti dilansir dari kompas.com menyatakan, jika semua belum final, pihaknya masih perlu melakukan pengembangan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ada fakta bahwa Sulfasalazine dan Proguanil Efektif Obati Covid-19, bahkan Peneliti Cambridge University juga menyatakan untuk sementara jika kedua obat ini sangat efektif untuk Antibodi
Seperti diketahui, sulfasalazine adalah obat yang kerap digunakan untuk mengobati kondisi seperti rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn, sementaraproguanil (dan obat antimalaria).
Mengingat kedua obat ini memiliki efek samping tinggi, maka Peneliti dari Cambridge University, yakni Profesor Tony Kouzarides, Direktur Milner Therapeutics Institute dan Namshik Han, Kepala Penelitian Komputasi dan AI di Milner Therapeutics Institute menyatakan, meski dua dua obat ini, paling efektif atau ampuh tetapi harus waspada.
Sebab, dua obat yang dianggap paling efektif sebagai obat virus corona ini, tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan, karena efek sampingnya.
Maka itu, kedua pakar dan ahli penelitian ini seperti dilansir dari kompas.com menyatakan, jika semua belum final, pihaknya masih perlu melakukan pengembangan-pengembangan penelitian lebih lanjut.
Namun, keduanya tetap menegaskan, jika hasil penelitian mengidentifikasi bahwa Virus Corona selalu melibatkan protein dalam infeksi, di mana ribuan virus kemudian membuat replika dari ribuan protein yang dihasilkan inang dan hasil interaksi dengan virus Covid-19 tersebut.
Kedua profesor ini pun menjelaskan jika penemuan dua obat virus corona ini, diuji berdasarkan penggunaan pembelajaran mesin dan teknik pemodelan komputer terbaru, berhasil mengidentifikasi 200 obat yang disetujui yang mungkin membantu mengobati Covid-19.
"Bahkan, dari jumlah tersebut, 160 belum pernah dikaitkan dengan infeksi Covid-19 sebelumnya. Hal ini dapat memberi kami lebih banyak senjata di gudang senjata kami untuk melawan virus Corona saat ini," kata Kouzarides seperti dilansir dari kompas.com, Jumat (2/7/2021).
Selain itu, tim peneliti yang dipimpin dua pakar ahli dari Cambridge University ini, juga menggunakan analisis jaringan saraf tiruan, tim mengklasifikasikan jika obat berdasarkan pada peran menyeluruh dari target mereka dalam infeksi SARS-CoV-2.
Yakni terjadinya replikasi virus yang kemudian menyerang jaringan tubuh dikaitkan dengan kekuatan imun seseorang sehingga penelitian ini menyasar dua hal tersebut yakni target pada replikas virus dan targat pada respon imun.
Lalu, Peneliti kemudian mengambil subset (bagian) dari yang terlibat dalam replikasi virus Covid-19 tersebut dan kemudian mengujinya dengan menggunakan garis sel, yang berasal dari manusia dan dari primata non-manusia.
Hasilnya, ada dua obat, yakni, sulfasalazine (digunakan untuk mengobati kondisi seperti rheumatoid arthritis dan penyakit Crohn) dan proguanil (dan obat antimalaria), yang menunjukkan dapat mengurangi atau menekan replikasi virus SARS-CoV-2 dalam sel.
Maka dapat dilihat dari hasil ini, bahwa dua obat ini memiliki potensi digunakan untuk mencegah infeksi atau untuk mengobati Covid-19. Artinya memperkuat imunitas dan melawan atau menekan laju infeksi Virus Corona di dalam tubuh.
Segera Uji Klinis
Ditemukannya obat covid-19 ini tidaklah muda, sebab proses penelitiannya memakan waktu lama dan berbagai uji klinis dan berbagai pendekata yang efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/peneliti-ingirs-raya-dari-universitas-cambridge-menemukan-2-obat-ampuh-atasi-covid-19.jpg)