Berdamai dengan Corona

Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Siap Hidup Berdampingan dan Hadapi Era Normal Baru

Singapura juga akan melakukan uji setiap tahunnya demi memenukan formula yang tepat menyembuhkan pasien dari Virus Corona tersebut.

Editor: Hendra Kusuma
Kompas/Tribunnews/IST
PM Singapura, Lee Hsien Loong, Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, Siap Hidup Berdampingan dan Hadapi Era Normal Baru 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Setelah sempat menghadapi gelombang kedua, kini Singapura Anggap Covid-19 Seperti Flu Biasa, bahkan kini, negera berjuluk Negerai Singa itu, mempersiapkan diri Hidup Berdampingan Memasuki Era Normal Baru.

Namun, keputusan Singapura untuk hidup berdampingan atau Berdamai Dengan Corona itu tak hanya asal ucap atau sebuah sikap putus asa.

Jauh sebelumnya Singapura sudah mempersiapkan diri dan membuat beberapa aturan ketat untuk bisa santai menghadapi ancaman infeksi Covid-19 yang sejauh ini kembali meningkat setelah muncul beberapa varian baru, diantaran Virus Delta yang dianggap memiliki kemampuan menular lebih cepat dari varian lama Covid-19.

Singapura menganggap, virus Corna akan selama ada dan hadir diantara manusia.

Bahkan akan menjadi hal biasa seperti seseorang yang terkena Influenza.

Terlebih lagi, Covid-19 ternyata bisa bermutasi menjadi banyak varian yang kemudian dapat menyerang manusia, meski sebelumnya sudah terkena dan menjalani vaksin.

Maka itu, melihat fakta yang terjadi, seperti di beberapa negara termasuk India, Inggris, Turki dan Amerika Serikat, maka dipastikan Virus Corona tak akan lenyap dari muka bumi.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Justru akan terus ada, sehingga langkah-langkah yang dilakukan Singapura adalah melakukan vaksinasi secara cepat kepada seuruh warga Singapura, memberlakikan 3 T secara ketat yakni Testing, Tracing, dan Treatment, sehingga memberikan rasa aman kepada warganya.

Keputusan Singapura untuk hidup bersama Covid-19 ini disampaikan oleh Perdana Menteri Singaura Lee Hsien Loong.

Ia menilai, pandemi Covid-19 akan mereda suatu hari nanti, tetapi tidak akan sepenuh hilang dari muka bumi.

Maka itu, dia mempersiapkan Singapura untuk memasuki era new normal ini dan harus belajar untuk melanjutkan hidup meskipun virus ada di tengah-tengah masyarakat dunia khususnya Singapura.

"Harapan kita menjaga seluruh masyarakat tetap aman, tetapi juga harus menerima bahwa ada beberapa orang yang akan terinfeksi setiap waktu," kata Lee, dikutip Sripoku.com dari pernyataannya yang ditayangkan The Straits Times.

Maka itu dia menjelaskan, persiapan Berdamai Dengan Covid-19, Singapura melakukan langkah berikut ini.

1. Perketat Tindakan Kesehatan Publik

Pengendailan Covid-19 dengan tindakan Kesehatan Publik 3t yakni, test, tracing, treatment.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

2. Budaya Disipkin Penerapan Prokes

Singapura selama ini dikenal sangat ketat dalam pengawasan. Apalagi negara tersebut memang dikenal sebagai negara dengan jutaan CCTV di mana-mana sehingga muda melakukan pengawasan ketat akan penerapan protokol kesehatan.

Maka itu Singapura membangun dan membudayakan tindakan pencegahan secara pribadi (protokol kesehatan).

3. Pemberian Vaksin Covid-19 secara reguler

Singapura juga akan mempercepat proses vaksin terhadap seluruh warganya, di mana sejauh ini, Singapura sudah melakukan vaksin dengan pecapaian 25 persen lebih.

Hal itu terlihat dari data, bahwa penduduk Singapura mencapai 5.895.734, sementara yang divaksin berdasarkan data dari pharmaceutical technology sudah divaksin sekitar 3.407.068.

Pencapaian inilah yang membuat Singapura makin pede untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, sebab Singapura berusaha keras mencapai 70-80 persen warga yang harus divaksin.

4. Suntik vaksin setipa tahun

Menurut Perdana Mentera Singapura, langkah keempat adalah langkah terbaik sejauh ini sebelum pihaknya benar-benar menemukan obat yang tepat untuk Virus Corona.

Yakni, Singapura akan melakukan vaksin secara rutin setiap tahunnya untuk memperkuat dan membangun sistem imun secara masal.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

5. Setiap tahun akan uji hasil vaksin dan dosis sistem kekebalan

Singapura juga akan melakukan uji setiap tahunnya demi memenukan formula yang tepat menyembuhkan pasien dari Virus Corona tersebut.

"Maka itu kita ingin ke depannya Covid-19 tak lagi akan mendominasi hidup kita, tetapi kitalah yang harus mengendalikan virus tersebut, meski dia ada di tengah-tengah masyarakat," jelasnya.

Seperti Kasus Covid-19 di Singapura?

Lalu seperti apa kasus Covid-19 di Singapura? sehingga berani memutuskan untuk berdampingan?

Seperti Dikutip dari Worldometers (28/6/2021), Singapura, negara dengan populasi penduduk 5.895.734 jiwa itu, sejauh ini telah melaporkan 62.544 kasus positif infeksi Covid-19.

Namun, 62.195 orang pulih, dan korban meninggal sekitar 36 orang.

Sementara itu, Kasus aktif 313 orang dan pasien kritis 4 orang.

Adapun Mengenai jumlah tes, Singapura melakukan 13.287.834 kali tes, atau 2.253.805 tes per 1 juta populasi.

Sehingga dari data Our World in Data, Singapura telah melakukan 5,03 juta vaksinasi, atau sebanyak 2,06 juta di antaranya sudah divaksinasi lengkap atau 36,1 persen dari populasi.

Dengan pencapaian itu wajar jika Singapura mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 tetapi sudah melakukan persiapan-persiapan matang yang belum dilakukan oleh negara lainnya.

ilustrasi
Update 28 Juni 2021. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved