Berita Ogan Ilir
Incar Sekolah Kosong Lewat Google Map, Sindikat Bobol Sekolah Antar Provinsi Ditangkap di Ogan Ilir
"Kelima tersangka merupakan spesialis bobol sekolah yang beraksi antarlintas provinsi," kata Yusantiyo.
Berdasarkan hasil penyelidikan, masih kata Yusantiyo, selama lebih dari dua tahun beraksi di sejumlah daerah, para tersangka telah mengakibatkan kerugian total sebesar Rp 3,2 miliar.
"Adapun kerugian sejumlah sekolah di Ogan Ilir yang digasak para tersangka yakni sebesar Rp 276 juta," kata dia.
Motif Pelaku
Sementara para tersangka hanya tertunduk saat dipaparkan di Mapolres Ogan Ilir.
Tersangka otak pencurian, Pijai mengaku mengincar sekolah karena saat ini sedang masa belajar daring.
Sehingga dengan situasi sekolah yang relatif lengang, kawanan pencuri ini beraksi saat penjaga penjaga sekolah lengah.
"Kami mengincar sekolah yang sedang libur. Kami mencari data sekolah itu lewat internet google map," ujar tersangka.
Hasil Dibagi-bagi
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy menerangkan, pengungkapan sindikat ini berawal dari laporan enam sekolah di Ogan Ilir yang kehilangan sejumlah unit komputer.
"Ada sekolah-sekolah di Indralaya, Tanjung Raja dan Rantau Panjang yang jadi sasaran pencurian para tersangka," kata Yusantiyo didampingi Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Shisca Agustina kepada wartawan di Indralaya, Jumat (25/6/2021).
Mendapat laporan pencurian ini, polisi lalu bergerak memburu para tersangka.
Hasilnya, petugas berhasil meringkus lima tersangka pembobol sekolah tersebut.
Kelima tersangka, kata Yusantiyo, merupakan warga Jakarta yang telah mencuri di 25 TKP, termasuk enam diantaranya di Ogan Ilir.
Bahkan saat menggasak komputer dan sejumlah peralatan laboratorium sekolah di Ogan Ilir, kelima tersangka ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 276 juta.
"Penadah barangnya ada di Jakarta," terang Yusantiyo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/spesialis-bobol-sekolah.jpg)