Berita Ogan Ilir
Incar Sekolah Kosong Lewat Google Map, Sindikat Bobol Sekolah Antar Provinsi Ditangkap di Ogan Ilir
"Kelima tersangka merupakan spesialis bobol sekolah yang beraksi antarlintas provinsi," kata Yusantiyo.
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Spesialis bobol sekolah antar provinsi, berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Ogan Ilir. Setidaknya komplotan ini sudah dua tahun terakhir berbagai kota di Indonesia.
Namun, langkah pencuri peralatan sekolah ini terhenti saat beraksi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).
Total lima tersangka dihadirkan saat Polres Ogan Ilir mengelar rilis kasus tersebut di Mapolres Ogan Ilir, Jumat (25/6/2021).
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy, mengatakan, selain sekolah yang ada di Ogan Ilir, para pelaku juga pernah mengasak peralatan sekolah di Kabupaten lainnya di Sumsel, diantaranya Banyuasin dan OKU Timur.
"Kelima tersangka merupakan spesialis bobol sekolah yang beraksi antarlintas provinsi," kata Yusantiyo.
Selain itu kata dia, daerah provinsi lainnya, Lampung, yang juga disatroni mereka yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Begitu mendapat informasi saat para tersangka beraksi di Ogan Ilir, anggota kami langsung bergerak meringkus sindikat ini," terang Yusantiyo.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kelima tersangka yakni Pijai (41 tahun), Junoto (41 tahun), Randi (29 tahun), Aldino (28 tahun) dan Jorena (22 tahun) memiliki peran masing-masing.
Yusantiyo menjelaskan, tersangka Pijai yang merupakan otak pencurian beraksi bersama tiga tersangka lainnya yakni Junoto, Randi dan Aldino.
Sementara tersangka Jorena merupakan penadah barang hasil curian.
Setelah mencuri peralatan laboratorium di sekolah di Ogan Ilir, tersangka Pijai mengirimkan barang melalui jasa bus antar kota antar provinsi (AKAP).
"Tersangka mengirim barang curian dari Ogan Ilir, melalui loket bus di Mesuji, Lampung. Barang dikirim kepada penadah di Jakarta," ungkap Yusantiyo.
Polisi kini masih terus melakukan pendalaman apakah pemilik loket bus terlibat atau tidak.
"Ini masih kita dalami apakah terlibat, apakah ada unsur kesengajaan dan kemungkinan lainnya," ujar Yusantiyo.
Kumpulkan Uang Rp 3,2 M
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/spesialis-bobol-sekolah.jpg)