Antigen Positif tapi Negatif Saat Embuskan Nafas, GeNoSe Dicemaskan 'Ikut Andil' Meledaknya Covid-19
Validasi eksternal terhadap hasil tes dari GeNoSe belum diputuskan, seorang ahli beranggapan pemakaian GeNoSe sebaikanya dihentikan.
SRIPOKU.COM - Selain rapid test antibodi, rapid test antigen, dan swab test, Indonesia memberlakukan pemakaian GeNoSe untuk mendeteksi seseorang sudah atau tidak terpapar Covid-19.
Namun, kondisi Covid-19 di Indonesia yang saat ini terus meningkat signifikan, dicemaskan salah satunya disebabkan karena alat buatan Universitas Gajah Mada tersebut.
Terlebih, dari media sosial beredar kabar kadangkala hasil GeNoSe berbeda dengan hasil rapid test antigen.
Ahli biologi molekuler, Ahmad Utomo, meminta pemerintah untuk menghentikan sementara penggunaan GeNoSe.
Utomo mengatakan, penghentian itu dilakukan untuk menunggu hasil validasi eksternal dari kampus merdeka.
Validasi eksternal sebelumnya direncanakan secara independen oleh tim peneliti dari institusi non-UGM dan berlangsung hingga April 2021.
• Pasca Libur PT Pusri Adakan GeNose Massal Karyawan, Sebagai Upaya Penanganan dan Pencegahan Covid-19
"Ini sudah Juni, sejak Februari belum ada hasilnya. Ini kampus kita benar-benar merdeka ndak untuk melaporkan hasilnya?" kata Utomo saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/6/2021).
Utomo menduga, ledakan kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi belakangan akibat dari penularan orang yang bepergian.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:
"(GeNoSe) harus dihentikan. Kita harus mencari masalah ledakan kasus, semua potensi masalah harus dicari.
Apalagi tes kita masih lemah, tracing lemah, apalagi orang bisa ke mana-mana hanya berdasarkan GeNoSe," jelas dia.
Sebagai gantinya, Utomo menyebut screening perjalanan bisa menggunakan alat baku yang telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu tes PCR dan antigen.
Ia menegaskan, rekomendasi penghentian GeNoSe itu didasarkan atas hasil validasi eksternal yang belum keluar, bukan karena akurasi.
"Karena harus diakui, apa pun tesnya, bahkan PCR pun bisa meleset, karena banyak faktor juga," ujar Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dua-calon-penumpang-kereta-api-melakukan-genose-c-19.jpg)