Breaking News:

Berita Palembang

Muzakir Sai Sohar Divonis 8 Tahun Penjara, Kejati Sumsel : Akan Ada Proses Penyidikan Baru

Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Sumsel, Na'im SH MH, mengungkapkan, pihaknya selaku JPU, akan pikir-pikir atas putusan majelis hakim terkait kasus alih

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, jalani pemerikasaan di Kejati Sumsel, Senin (23,/11/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasi Penuntutan Pidsus Kejati Sumsel, Na'im SH MH, mengungkapkan, pihaknya selaku JPU, akan pikir-pikir atas putusan majelis hakim terkait kasus alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2014.

Menurut dia, tidak menutupkan kemugkinan nantinya akan ada proses penyelidikan yang baru.

"Kita akan pikir-pikir dulu. Dalam perkara ini tidak menutup kemungkinan akan ada penyidikan baru," ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Tiga terdakwa kasus alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2014, Muzakir Sai Sohar, HM Anjapri dan Yan Satyananda pada berkas yang berbeda, telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, dengan hukuman penjara dengan lama yang berbeda-beda.

Mantan Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar dirinya menjadi terdakwa dengan hukuman penjara paling tinggi dari kedua terdakwa lainnya dalam kasusu sama.

Terdakwa Muzakir Sai Sohar divonis oleh majelis hakim dengan hukuman pidana 8 tahun penjara, denda Rp. 350.000.000, subsidair 6 bulan kurungan.

Serta diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp. 3,2 Miliar Rupiah.

Sementara itu, untuk terdakwa HM Anjapri dan Yan Setyananda yang merupakan Direktur Utama dan Kabag Akuntansi dan Keuangan di PT Perkebunan Mitra Ogan, yang didakwa telah memberikan suap kepada terdakwa Muzakir Sai Sohar, divonis dengan hukuman sedikit lebih rendah.

Yang mana HM Anjapri divonis dengan hukuman 6 tahun penjara,denda Rp. 350.000.000, dengan subsider 6 bulan kurungan.

Serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 3 miliar lebih.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved