Diiming-imingi Uang Jajan, Kepsek Leluasa Cabuli 20 Siswa SD
Setiap beraksi selalu dilakukan secara terpisah dan dalam waktu berbeda dengan cara memanggil di waktu yang berlainan. Usia mereka 9 hingga 11 tahun
SRIPOKU.COM, BIMA - Seorang tenaga pendidik apalagi menjabat sebagai kepala sekolah seharusnya menjadi teladan dan panutan bagi siswa didiknya.
Bukan justru berprilaku tak baik yang ju stru mencoreng citra tenaga pendidik yang selama ini harum dan terpuji.
Seperti yang dilakukan seorang kepala sekolah di NTB.
Pelaku diduga mencabuli 20 siswi se kolah dasar di tempatnya bekerja.
Ia kini harus berurusan dengan polisi karena dugaan tersebut.
Orangtua korban lapor ke polisi pada 6 Juni 2021.
Laporan dilakukan setelah korban bercerita jika telah dicabuli HS di sekolah.K
Korbanbercerita di hari kejadian, ia dipanggil kepala sekolahnya.
Lalu HS pura-pura menanyakan uang jajan dan memeriksa saku baju korban.
Saat itu pencabulan dilakukan.
"Kejadian tersebut terjadi di sekolah dengan modus menanyakan uang jajan.
Kemudian si terduga pura-pura memeriksa kantong baju korban dan langsung melakukan pencabulan," kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu M Rayendra Rizqilla Abadi Putra, Rabu (16/6/2021).
Menurut Rayendra, korban mengaku diraba dan disentuh pada bagian sensitif.
Ternyata jumlah korban bertambah hingga 20 siswa.
Satu per satu korban buka suara dan mengaku juga menjadi korban pelecahan seksual kepala sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual_20160819_151724.jpg)