Breaking News

Ini Tips Agar Tetap Sehat Untuk Lansia, Dari Berolahraga dan Jaga Pola Hidup Sehat

Ia mengatakan, untuk mencegah penuaan dini atau anti aging para lansia harus dapat mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Tayang:
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kegiatan zoom meeting klub lansia virtual menghadirkan narasumber Dr Robert Gondman (Presiden Anti Aging Dunia) asal USA, yang diselenggarakan RS RK Charitas Palembang, Jumat (18/6/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Memasuki usia Lanjut Usia (Lansia) masyarakat kerap kali melupakan betapa pentingnya tetap menjaga pola hidup sehat sehari-hari.

Maka tidak heran, ketika memasuki usia lansia banyak masyarakat yang sakit-sakitan hingga alami kepikunan. 

Prof dr Hardi Darmawan, Phsyologist, Anti Aging dan Wellness menjelaskan untuk menjaga tubuh tetap sehat di usia Lansia, ada lima strategi kesehatan yang wajib diketahui oleh masyarakat.

Baca juga: Dinas Kesehatan OKU Selatan Andalkan Jemput Bola Demi Percepat Vaksin Khususnya Lansia

Baca juga: Perkara Uang 10 Ribu & 20 Ribu, Dua Lansia dan Seorang Remaja di Palembang Ditangkap Tim Beguyur Bae

Pertama, diet seimbang (batasi,  nikmati, imbangi)  makanan yang dikonsumsi, kedua olahraga tepat dan cukup cairan, ketiga manajemen stress praktis, keempat suplemen nutrisi optimum. 

"Terakhir yang tak kalah penting adalah pengobatan fisiologi sulih hormon," ujar Prof dr Hardi, dalam zoom meeting klub lansia virtual RS RK Charitas Palembang, Jumat (18/6/2021).

Ia mengatakan, untuk mencegah penuaan dini atau anti aging para lansia harus dapat mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Makanan yang dianjurkan untuk lansia yakni tomat, kacang-kacangan, wortel, pepaya,  jeruk, kurma, apel, brokoli kubus, buncis,  teh hijau dan lain-lain. 

Selain itu, penting juga untuk para lansia untuk rajin berolahraga 2-3 minggu sekali.

Olahraga yang dilakukan tergantung kemampun fisik masing-masing individu.

Di usia lansia, penting juga untuk masyarakat melakukan relaksasi mental spiritual menggunakan musik. 

"Orang tua itu rentan sekali terkena penyakit, kencing manis, darah tinggi rematik dan stroke. Jadi pola makan itu harus benar-benar dijaga, hindari makanan terlalu manis, terlalu asin dan gemuk. Lalu jangan lupa berolahraga," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini menerangkan tingkat kesehatan lansia semakin hari semakin membaik.

Berdasarkan data di tahun 2018, angka kesakitan lansia hanya berada di 25 persen. 

Baca juga: Umat Nasrani di Palembang Jalani Vaksinasi Covid-19, Tokoh Agama dan Lansia Jadi Prioritas

Baca juga: Pembatalan Haji 2021 Pil Pahit Penyelenggara Haji dan Umroh: Jemaah Lansia Takut tak Kesampaian

Untuk meningkatkan kesehatan lansia harus dilakukan upaya peningakatan prenventif. Para lansia harus mengetahui dari ahlinya mengenai makanan yang baik dikonsumsi dan pola hidup yang benar di usia lansia. 

"Para lansia sangat penting mengikuti klub lansia. Dengan bergabung di komunitas, para lansia dapat mengetahui gizi apa yang baik dan bagus untuk tubuh," jelasnya. 

Kepala Divisi Marketing Charitas Group, dr. Wilma hannie daniel mengatakan pihaknya sudah sejak beberapa tahun lalu membentuk klub lansia.

Dimana para lansia diedukasi betapa pentingnya kesehatan yang menjadi tanggung jawab pribadi. 

Sebelum pandemi melanda, para member klub lansia kerap kali datang langsung untuk ke RS Charitas untuk mengikuti edukasi.

Namun, di masa pandemi ini kegiatan yang tidak dipungut biaya ini dilakukan secara virtual satu minggu sekali.

Dimana pihaknya mengundang narasumber-narasumber kompeten. 

Baca juga: 640 Vial Vaksin Covid-19 Sudah Didistribusikan ke 18 Puskesmas di OKU, Masih untuk Lansia dan Guru

Baca juga: Kebakaran di OKI Ada Seorang Lansia Terpaksa Kehilangan Rumah, Sempat Sambar Rumah Tetangga

Manfaat mengikuti klub ini, para lansia akan diajak bermain games, bernyanyi, berolahraga, edukasi makanan bergizi dan lain-lain.

Dengan melakukan kegiatan ini bisa mencegah kepikunan terhadap lansia. 

"Selama pandemi klub lansia dilakukan secara virtual, pematerinya juga orang hebat semua. Seperti di virtual ini ada Prof Hardi dan Dr Robert Gondman (Presiden Anti Aging Dunia)  asal USA," terangnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved