'Cuma Modal Dengkul', Ini Kisah Cinta Buya Yahya & Ummi Fairuz Saat Menikah, Listrik Sampai Diputus?
Selama ini, Buya Yahya sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya, bahkan keluarganya jarang sekali terekspos media.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Inilah kisah perjalanan cinta Buya Yahya dan istrinya yang akrab disapa
Ummi Fairuz.
Buya Yahya dikenal sebagai pendakwah kondang yang menyampaikan ceramah dengan lugas dan tegas.
Pemilik nama lengkap Yahya Zainul Ma'arif ini lahir di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 10 Agustus 1973.
Tak banyak yang tahu, sosok pendakwah yang kini berusia 48 tahun ini merupakan Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon.
Anak dari pasangan Jamzuri dan Uti ini menyelesaikan pendidikannya di Universitas al-Ahgaff (2000–2005) dan Universitas al-Ahgaff (1996–2000).
Tak hanya berdakwah, Buya Yahya juga memiliki banyak unit usaha mulai dari minimarket, bisnis perjalanan wisata hingga saluran TV.
Berbagai unit usaha tersebut rata-rata digerakkan para santri, yang disebut Santri Khos, atau santri khusus.
Ia juga memiliki pondok pesantren pesantren bernama Al-Bahjah, juga mempunyai kanal YouTube dengan nama Al-Bahjah TV sebagai media ceramahnya.
Selama ini, Buya Yahya sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya, bahkan keluarganya jarang sekali terekspos media.
Namun, pada sebuah kesempatan, Buya Yahya pernah membagikan kisah perjalanan cintanya bersama sang istri.
Momen langka ini dibagikan melalui kanal YouTube Buya Yahya belum lama ini.
Baca juga: Mengenal Sosok Buya Yahya, Ulama yang Punya Saluran TV untuk Dakwah, Miliki Banyak Usaha Bisnis

Buya Yahya menikah dengan wanita bernama Fairuz Ar-Rahbini dan dikaruniai dua orang anak bernama Lulu Maulidiyah dan Azzahra.
Buya Yahya bercerita tentang perjalanan cintanya bersama ummi Fairuz, sejak bagaimana cara Buya Yahya melamar ummi sampai bagaimana mereka menjalani cobaan dalam berumah tangga.
"Saya punya cerita nikah, jadi semua orang berpikir yang cepet gitu loh, kita kan sekolah di luar negeri, biayanya kan mahal juga, kita pengen nikah," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya mengaku jika ia menikah memang meski hanya modal dengkul, akan tetapi restu orangtua yang memudahkan dan melancarkan termasuk urusan nikah.
"Cuma kita pengen nikah ini kunci yang saya yakini cuma dua, bukan duit, modal dengkul okelah, pokoknya abah umi saya setuju, guru saja setuju pasti ada jalan," terangnya.
Buya Yahya menghadap orangtuanya untuk menikah karena ia ternyata sudah diizinkan menikah beberapa tahun sebelumnya.
Namu, saat itu belum jadi untuk menikah, hingga pada akhirnya ketika Buya Yahya meminta izin kepada orangtuanya, mereka pun merestui.
Kemudian, Buya Yahya juga meminta izin kepada gurunya untuk menikah.
Akhirnya orangtua dan gurunya pun memberikan izin untuk menikah yang menjadikan jalannya dilancarkan.
"Ini lancar jalannya pasti, nggak usah khawatir biarpun nggak punya duit tenang aja," ungkapnya.
Kemudian, Buya Yahya pun disuruh memilih mahasiswi, namun semuanya memakai cadar dan ia pun mencari tahu lewat orangtuanya.
"Saya tuh orangnya beranian, karena apa nggak pake modal, makanya saya kalau ada pondok atau tanah yang mau dibeli saya berani nawar, soalnya saya nggak punya duit," bebernya.
Baca juga: Kisah Cinta Ustaz Handy Bonny, Siapa Sangka Ternyata Istrinya Temannya Semasa SMP, Begini Ceritanya
Buya Yahya pun akhirnya nekat dan akhirnya ada 3 calon yang saat itu tengah melakukan pengenalan.
Namu, dalam perjalanannya ada 4 nominasi calon istri Buya Yahya.
"Yasudah kalo ditolak nggak apa-apa, kalo dapet kan rejeki kan gitu saja," ungkapnya.
"Akhirnya yang keempat ini masuk, justru yang keempat ini yang diajak habibtullah untuk ke masjid kakek beliau, kami sholat di sana dan saya sholat istikhoroh," lanjutnya.
"Setelah sholat saya merasa seolah-olah dengan salah satu, cuman saya ngomongnya salah waktu itu, saya istikhoroh lagi," tambahnya.
"Saya merasa dengan yang keempat ini, yasudah itu yang jadi, yang keempat istri saya itu," ungkapnya.
Saat sudah memilih calon istri, namun Buya Yahya pun merasa bingung karena tidak punya uang.
Ia bahkan gugup saat niat baiknya untuk menikah agar menghubungi orangtua calonnya.
"Nggak punya duit gimana, akhirnya saya sampaikan, terus saya langsung diarahkan ke gurunya kan aman," jelasnya.
"Gurunya di Jawa Timur, akhirnya kita melalui salah astu sahabat kami yang menyampaikan ke gurunya, biar gurunya ngelamar," lanjutnya.
"Tak tahunya malah dikasih nomor telepon calon mertua, belum apa-apa saya sudah gemeteran, liat orangnya aja belum, tapi karena mulai mengarah kesana, akhirnya saya telepon dan kenal," akui Buya Yahya.
Akhirnya pinangannya diterima, saat itu sang istri masih persiapan untuk masuk kuliah.
"Saya izinkan menikah, tapi nikahnya setelah selesai kuliah (4 tahun)," ungkap Buya Yahya.
"Akhirnya saya merenung sebentar, wong saya belum kenal-kenal amat kalo batal kan nggak ada masalah, wong nggak kenal bahkan, hanya rekomendasi dari orang dia anaknya keluarga gini gini, itu saja," jelasnya.
"Ini omongan saya, kalo dalam bulan ini tidak ada pernikahan, tunangan dibatalkan, lah ini saya dibilang kebelet sama istri saya, akhirnya heboh keluarga mertua, nikah akhirnya," ungkap Buya Yahya.
Akhirnya menikah, karena sama-sama masih kuliah saat itum akhirnya istrinya Buya Yaha masuk kuliah setelah itu.
"Jadi, istri saya itu termasuk sekolah tercepat, dia belum sampai satu tahun dapet S2, maksudnya dapet saya S2, ini adalah guyon baru masuk kuliah sudah dapet S2 waktu itu," bebernya.
Akhirnya Buya Yahya dan istrinya menikah, ia pun mempunyai prinsip hidup bayar sendiri-sendiri.
"Karena mertua ngerti, jadi kita pake sama-sama kuliah ada biaya hidup, ngontrak rumah juga mahal, jadi kita BSS
(Bayar Sendiri-Sendiri)," bebernya.
"Jadi istri saya tetep dapet kiriman, saya dapet kiriman cara pakainya saya dulu dihabisin, baru istri, setiap tanggal 25 udah habis duit itu, jadi indahnya di akhir bulan, Masya Allah," ungkapnya.
"Sampai suatu ketika listrik dicabut, setelah itu yasudah, panas di Arab, pintu dibuka, ya Allah semoga berapa hari ini ada rezeki," tuturnya.
Baca juga: Kisah Cinta Nabila Abdul Rahim Bayan, Berawal Calon Suami Lagi Baca Quran, Dilamar di Depan Kabah
Ternyata tetangganya perhatian dan memberikan bantuan berupa aliran listrik untuk menghidupkan kipas.
"Alhamdulillah nikmatnya satu kipas kecil, tidurnya di ruang tamu, jadi ada lobang kecil dikasih sambungan, di depan jendela dikasih kipas," ujarnya.
"Makanya sudah dapet contoh begini kok masih takut nikah, keterlaluan anda itu," ungkap Buya Yahya.
"Setelah itu 6 tahun ngontrak, istri saya Alhamdulillah, istri saya selama 6 tahun tidak pernah saya belikan baju, setiap saya mau belikan baju katanya buat bulanan aja buat ngontrak rumah," terangnya.
Setelah itu Buya Yahya melanjutkan sekolah lagi sampai 5 tahun ke belakang.
"Akhirnya ketika mau pulang mau tidak mau beli baju, karena baju khsusus di Yaman nggak ada di Indonesia, di Indonesia pun dapet tugas dakwah dari guru pun nggak di rumahnya, jadi ceramah tuh ngontrak," tukasnya.
Baca juga: Apa Hukum Memakai Emas Putih dan Platinum Bagi Laki-laki? Begini Penjelasannya Awas Bisa Jadi Haram
SUBSCRIBE US