Breaking News:

Jangan Dianggap Remeh, Hindari Makan Nasi Goreng Dicampur 5 Bahan Ini, Kematian Mengintai

Nasi goreng dapat dinikmati secara sederhana di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga restoran dan meja prasmanan dalam pesta.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Nasi goreng 

3. Kerupuk Oplosan

Kerupuk, tentu jadi bahan pelengkap yang dimasukan dalam Nasi Goreng.

Tapi, kita juga harus lihat-lihat terlebih dahulu dari kerupuk yang kita makan dan kita campurkan dalam nasi goreng.

Karena kita seringkalo tidak tahu dari mana kerupuk yang kita makan itu berasal.

Soalnya, kini banyak beredar kerupuk oplosan di masyarakat,

Kita pun pasti pernah kan mendengar kerupuk yang dilapisi lilin supaya tetap renyah dan tahan lama.

Secara garis besar, pencampuran lilin dan plastik sendiri memang menguntungkan dari pihak penjual.

Dengan pencampuran tersebut, maka kondisi kerupuk akan lebih jernih dan renyah.

Bahkan ketahanan renyah akan lebih lama.

Bukan hanya itu, minyak yang di butuhkan untuk menggoreng juga lebih hemat dan sedikit.

Berhubung sekarang ini harga minyak memang sedang naik, sedangkan harga kerupuk juga tak mungkin selangit.

Pembeli dan penikmat kerupuk biasanya dari kalangan bawah menengah.

Itulah mengapa penjual memasukkan plastik dan lilin.

Hal ini menguntungkan penjual dan menjauhkan dari kegagalan produksi.

Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan jika ada bahaya yang mengintai jika kita mengkonsumsi kerupuk dengan berlebihan seperti sebagai berikut.

Bahkan, kandungan polyvinyl chloride di dalam lilin dan plastik ini ternyata bukan hanya merusak hati, namun juga ginjal.

Dalam melakukan proses pembuangan racun atau detoksifikasi, jika zat yang dicerna terlalu berbahaya, akan meningkatkan kerja ginjal.

Padahal jika anda membiarkan ginjal bekerja tidak sesuai mestinya, akan merusak sistem kinerjanya.

Parahnya Hal ini akan meningkatkan resiko penyebab gagal ginjal.

4. Telur

Nah apalagi yang satu ini, tak lengkap namanya jika makan nasi goreng tanpa telur.

Ya, Walaupun enggak harus ada dalam nasi goreng, tapi enggak bisa dimungkiri kalau nasi goreng sendiri adalah sumber protein pada makanan kita.

Telur memang jadi pelengkap yang paling pas dalam nasi goreng kita, tapi bisa juga berbahaya ketika kita enggak tahu cara tepat memasaknya.

Ketika kita memasak telur yang dicampurkan dengan nasi goreng, mungkin telur tersebut enggak bakalan berpengaruh banyak.

Namun ini akan jadi masalah ketika kita memasak telur terpisah dengan nasi goreng, tapi menggunakan banyak sekali minyak untuk membuat telur goreng.

Ketika kita memasak telur dengan banyak minyak, kita membuat tingkat kolesterol kita menjadi naik tajam dan membuat kalori yang kita makan dengan nasi goreng juga menjadi tinggi.

Alhasil, bukan cuma kolesterol yang tinggi, tapi kita juga gampang begah!

5. Mie dicampur Kwetiau

Ya, saat makan nasi goreng, beberapa orang gemar meminta pedagang mencampurkan antara mi atau kwetiau goreng.

Memang enak sih, tapi kombinasi ini ternyata buruk banget.

Soalnya, keduanya merupakan sama-sama sumber karbohidrat.

Dilansir Grid.ID dari laman Grid Health, perlu diketahui, selain tinggi akan kadar karbohidrat, nasi dan mi atau bihun goreng juga punya indeks glikemik yang tinggi.

Diwartakan Mayo Clinic, indeks glikemik (IG/GI) adalah satuan untuk menunjukkan kemampuan dari satu makanan untuk meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi.

Semakin tinggi suatu GI, tentu saja ini memiliki dampak terhadap kenaikan kadar gula darah.

Karena nilai indeks glikemik keduanya yang tinggi, maka sebaiknya tidak mengonsumsi mi atau bihun goreng dan nasi secara bersamaan.

Pasalnya jika dilakukan bersamaan, apalagi sering, akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.

Hal ini karena gula darah yang naik dengan cepat.

Ketika gula darah naik, pankreas akan memproduksi hormon insulin untuk menurunkan gula darah.

Jika hal ini terjadi, tubuh bisa kehilangan respons terhadap insulin, yang menyebabkan meningkatnya risiko diabetes tipe 2 tersebut.

Mengonsumsi mi atau bihun goreng dan nasi dalam satu piring juga bisa menyebabkan munculnya risiko obesitas, karena gula pada keduanya mengandung banyak kalori.

Kalori yang berlebih ini akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, terlebih kalau kita kurang bergerak, maka lemak tidak akan terbakar, atau mengalami Obesitas.

Baca juga: Rutin Konsumsi Pepaya dalam Keadaan Perut Kosong Ternyata Baik untuk Kesehatan, Ini 13 Manfaatnya!

Baca juga: Tak Ada Jaminan, Cristiano Ronaldo Tetap Bisa Jadi Cadangan Saat Bela Timnas Portugal di Euro 2020

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved