Breaking News:

Masuk Lubuklinggau Tetap Ketat Meski Lebaran Usai, Ada 2 Pendatang Asal Bengkulu Dipaksa Putar Balik

Terutama pendatang dari provinsi Bengkulu, akan selalu ditanya surat keterangan negatif Covid-19 atau harus melakukan rapid test antigen di lokasi.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel/eko
Salah satu pengendara saat dilakukan rapid test antigen di Pos Penyekatan Kelurahan Watas Lubuk Durian Kota Lubuklinggau Sumsel dengan Kota Bengkulu, Rabu (26/5/2021).  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Meski momen lebaran 2021 telah usai, pendatang yang akan memasuki kota Lubuklinggau tetap akan diperiksa secara ketat.

Terutama pendatang dari provinsi Bengkulu, akan selalu ditanya surat keterangan negatif Covid-19 atau harus melakukan rapid test antigen di lokasi penyekatan.

Penyekatan ini sendiri diperpanjang hingga 31 Mei 2021.

Sekali Beraksi Dobleh Cs Rampas 4 Motor, 8 Tahun Jadi Buronan Pelaku Begal di OKU Timur Ditangkap

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, melalui Kasatlantas, AKP Budi Harto, menyampaikan hingga saat ini pos-pos penyekatan belum ada dibongkar, tetap sama seperti semula.

"Baik di Petanang Watas, namun fokus kedepan lebih kepada pos penyakatan antar provinsi, karena hilir mudik kendaraan arus balik lebaran Jakarta Bengkulu," ungkapnya, Rabu (26/2021).

Ia menyampaikan, untuk fokus pemeriksaan ke depan juga sama, yakni dokumen kesehatan terutama kendaraan besar seperti bus baik yang datang dari Jakarta maupun dari Bengkulu ke Lubuklinggau.

"Tapi biasanya untuk bus besar sudah ada pemeriksaan sendiri dari loketnya, tidak kita periksa lagi hanya kita beri stiker, bila belum terutama mereka naik dari jalan dan mencurigakan maka akan kita Swab lagi di pos," ujarnya.

Ia menyebutkan, dari tanggal 18-25 Mei, kendaraan yang telah diputarbalikan tidak melengkapi dokumen kesehatan sebanyak 15 kendaraan, semuanya berasal dari provinsi Bengkulu.

Reuni Cristiano Ronaldo & Karim Benzema di Grup Neraka, Ini Pembagian dan Jadwal Euro 2020 Juni Ini

"Yang kita periksa kurang lebih mencapai 1.500 kendaraan mobil, lalu yang diputarbalikan karena positif Covid-19 ada dua orang dari 166 orang yang kita tes antigen, semuanya dari Bengkulu," ujarnya.

Dalam masa perpanjangan ini, Polres Lubuklinggau masih mempunyai stok 2.000 alat rapid test antigen, baik bantuan dari Dirlantas dan Polda Sumsel.

"Karena yang terpakai itu hanya 166 sementara, stok kita kemarin lebih dari 3000an, secara keseluruhan masih sangat cukup," ujarnya.

Anggota Satlantas Polres Lubuklinggau tetap melakukan razia secara hunting di berbagai titik rawan terjadi pelanggaran, terutama kenalpot racing.

"Untuk kendaraan yang kita tangkap ada 16 kendaraan satu diantaranya adalah mobil yang kita tangkap saat melakukan balap liar," tambahnya.

Penulis: Eko

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved