Breaking News:

Harga Karet di Sumsel Turun Hingga Rp1.489 Per Kg, Tertinggi Sepanjang Tahun 2021, Ini Penyebabnya

Kadar karet kering (KKK) 100 persen Rp19.733 per kilogram, kadar 70 persen sebesar Rp13.813 per kilogram, kadar 60 persen di harga Rp11.840 per kilogr

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Tribunsumsel.com/Sahri
Ilustrasi: Petani karet di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komoditas karet kembali mengalami penurunan harga cukup signifikan yakni Rp1.489 per kilogram.

Berdasarkan data Informasi Harga Karet Indikasi Sumatera Selatan yang pada Senin (17/5/2021) kadar karet kering (KKK) 100 persen Rp19.733 per kilogram, kadar 70 persen sebesar Rp13.813 per kilogram, kadar 60 persen di harga Rp11.840 per kilogram, lalu kadar 50 persen Rp9.867 per kilogram dan kadar 40 persen Rp7.893 per kg.

Baca juga: Update Harga Karet di Sumsel 26 Februari dari Kadar 40 Persen Hingga 100 Persen, Masih Fluktuatif

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, penurunan harga ini merupakan penurunan harga tertinggi sepanjang 2021.

"Di bulan April penurunan tertinggi Rp922. Itu penurunan pada tanggal 22 April 2021," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Dia menyebutkan, harga karet global turun drastis sebesar Rp1.489,-/Kg pada Senin (17/05/2021) setelah sepekan sempat menguat di tengah sentimen kekhawatiran terhadap tingginya kasus Covid-19 di sejumlah negara.

Baca juga: 3 Hari Berturut-turut Harga Karet di Sumsel Melesat Naik, Tembus Rp 22 Per Kilo

"Penurunan harga karet hari ini terimbas oleh libur hari raya (Idul Fitri 1442 H) dan masih sepinya aktivitas ekonomi di perdagangan Internasional," kata Rudi.

Tak hanya itu, sejumlah sentimen negatif juga masih membayangi pergerakan harga karet global, namun prediksi prospek karet alam masih tetap bagus di tengah produksi yang terhambat.

"Diharapkan dengan membaiknya perekonomian China dan Amerika Serikat dapat mendongkrak harga karet naik kembali," jelas Rudi.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved