Diskusi Online IMM STKIP Muhammadiyah OKU Timur, Pesan Rektor: Kerja Boleh, Sekolah Jangan Tinggal
"Kalau tujuan pendidikan sudah tercapai, mudah-mudahan radikalisme, terorisme, hingga narokba sudah tidak ada lagi,"
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Komisariat IMM STKIP Muhammadiyah OKU Timur menggelar diskusi online untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2021, Sabtu (8/5/2021) malam.
Pada kegiatan ini, H Didi Franzhardi MPd ditunjuk menjadi pembicara.
"Pendidikan semakin tinggi, maka tingkat ekonominya akan menjadi lebih baik," jelas pria yang tak lain adalah Rektor STKIP Muhammadiyah OKU Timur tersebut.
Menurutnya, kalau ingin mengubah nasib maka sekolah yang tinggi, boleh bekerja tapi sekolah jangan ditinggalkan.
• PERNAH Terobos KKB Papua, Ini Dia Sosok Jenderal Perintahkan Anak Buah Menang Tanpa Bertempur
"Ada tiga hal menjadi perhatian kusus pemerintah yakni radikalisme, terorisme, dan narkoba. Kalau tujuan pendidikan sudah tercapai, mudah-mudahan ketiganya sudah tidak ada lagi," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, M Robby Rodliyya Karman SE selaku Sekretaris Jenderal DPP IMM mengatakan dilihat dari data statistik pendidikan masyarakat indonesia masih tergolong rendah 69 persen masih diisi oleh lulusan SMP atau di bawahnya.
"Hanya 8,5 persen penduduk indonesia yang merasakan bangku kuliah," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa infrastruktur pendidikan masih belum merata, sangat terlihat saat pandemi terdapat kesenjangan digital.
"Di daerah terpencil, terluar dan tertinggal. Masyarakat disana belum bisa melaksanakan belajar jarak jauh dengan baik misalnya karena sinyal yang buruk.
Belum lagi masalah kesejahteraan guru honorer," kata dia.
• Ketika Jam Istirahat Petugas, Momen Pemudik Lolos Melewati Pos Penyekatan
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan program merdeka belajar dari Kemendikbud, karena menurutnya sering kali banyak pihak yang tidak mengetahui program itu sehingga luput dari kritisi.
"Sering kali kita lengah mengkritisi kebijakan tersebut, jangankan kritisi kadang tau saja tidak.
Pertama kita harus tau, kalau kita tau nanti bisa kita awasi. Itu PR bagi kita untuk mengawasi implementasinya," bebernya.
Selanjutnya bicara tentang radikalisme, menurutnya semua orang sepakat bahwa itu membuat kerusakan dan berbahaya.
Namun ia juga mengingatkan jangan salah persepsi tentang radikalisme.
• Sosok Iptu Sahal Dikenal Ramah dan Aktif Kampanye Anti Covid-19 saat Jabat Kapolsek Bakung
"Radikal itu ideologi ingin mempersoalkan kembali hal hal yang sudah selesai, misalnya NKRI, Pancasila dan UUD 45, jadi kalau terus mempersoalkan ini kapan kita bekerjanya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/zoomhardiknas.jpg)