Ketika Jam Istirahat Petugas, Momen Pemudik Lolos Melewati Pos Penyekatan

Saat jam istirahat, para petugas pada umumnya  berada di dalam posko penyekatan. Momen ini digunakan pemudik untuk melintas

Tayang:
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Beberapa kendaraan tampak bebas keluar masuk di pos penyekatan Nilakandi Kertapati Palembang, Minggu (9/5/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah telah menerapkan larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021 dengan memasang sejumlah posko penyekatan.

Namun, ternyata  masih banyak para pemudik di Sumsel yang bisa lolos dari penjagaan petugas. 

Dari pantauan di lapangan pada hari keempat larangan mudik, Minggu (9/5/2021) para petugas di posko Nilakandi dan tol Palembang-Kayuagung pada umumnya ketat berjaga pada pagi hari dan sore hari.

Namun, penjagaan sedikit longgar dilakukan para petugas ketika jam-jam istirahat.

Saat jam istirahat, para petugas pada umumnya  berada di dalam posko penyekatan. Momentum ini dimanfaatkan pengendara kendaraan roda empat dan roda untuk melintas dengan leluasa.

Tak hanya di saat jam istirahat, para petugas juga terpantau lengah pada waktu malam hari. Di saat waktu malam, para pemudik tampak sangat leluasa keluar dan masuk ke wilayah perbatasn kota Palembang. 

Varista, salah seorang pemudik asal Lampung menerangkan ia bersama keluarganya lolos dari pemeriksaan petugas. Ketika tiba di pos penyekatan pada,  Sabtu (8/5/2021) sekitar pukul 13.00, ia mengaku tak ada petugas sehingga saat mereka melintas para pengendara dengan santai masuk ke wilayah perbatasan Sumsel. 

"Alhamdulilah waktu kami sampai di pos itu siang hari panas, jadi petugas tak ada yang berjaga semua di pos. Jadi kami bebas saja masuk," katanya. 

Dewi Hardiyanti, pemudik lainnya asal Palembang juga mengaku tak ada penyekatan sama sekali saat ia bersama keluarganya hendam mudik ke Lahat. Dari penyekatan tol Palembang-Kayu Agung hingga Prabumulih diakuinya tak ada penyekatan sama sekali pada waktu jam istirahat

"Sepanjang jalan kami lewati tak ada petugas yang berjaga di pos penyekatan. Jadi kami lewat saja tanpa was-was," jelasnya. 

Tak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua juga tidak ikut diperiksa petugas. Para petugas pada umumnya menyetop dan memeriksa mobil pribadi yang hendak masuk ke dalam kota Palembang. 

Thoriq warga Prabumulih mengaku lolos dari razia penyekatan untuk sampai ke kampung halamannya. Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Palembang ini mudik menggunakan sepeda motor dari kota pempek pada siang hari. 

"Untuk motor kan tidak di stop jadi santai saja. Tetapi barang bawaan saya tidak terlalu mencolok seperti mudik," ungkapnya. 

Kapospam Nilakandi Palembang, Ipda Amri,mengatakan karena belum ada petunjuk atau arahan dari pimpinan untuk memeriksa pengendara motor yang masuk wilayah Palembang, maka hingga hari kedua larangan mudik, para petugas hanya menyetop pengendara roda empat saja.

Menurutnya, untuk pemeriksaan kendaraan roda dua yang melintas di perbatasan Palembang cukup sulit dilakukan. Sebab, para pengendara motor tidak terpantau membawa barang-barang yang hendak mudik layaknya di Pulau Jawa. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved