Pedagang di Gedung Pasar 16 Ilir Palembang Taat Protokol Kesehatan Covid-19, Masalahnya yang di Luar

"Ngapain takut juga, yakin saja saya mah. Sudah sering juga orang jalan di sini enggak pakai masker. Mereka pakai masker kalau ada petugas aja,"

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/arif
Pengunjung di Pasar 16 Ilir Palembang pada Sabtu (8/6/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, sejumlah tempat perbelanjaan dipadati pengunjung untuk memenuhi kebutuhan lebaran nanti.

Salah satu pasar yang dipadati pengunjung yaitu Pasar 16 Ilir Palembang.

Para pedagang yang berada di gedung Pasar 16 Ilir Palembang tam[al melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat dari pengelolah pasar, pihak kepolisian dan TNI.

Namun, meski Palembang zona merah penyebaran Covid-19, masih saja ada pedagang atau pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan berupa 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak) yang telah diimbau pemerintah, yang mayoritas berada diluar gedung Pasar 16 Ilir Palembang.

Ramalan Shio Besok Minggu 9 Mei 2021: Shio Ular Jangan Ragu Berinvestasi di Tahun Ini

Pantauan pada Sabtu (8/5/2021), sejumlah pedagang ataupun pembeli yang berada di luar gedung Pasar 16 Ilir Palembang masih banyak yang tidak menggunakan masker.

Lalu, banyaknya pengunjung yang tidak menjaga jarak sehingga terjadi kerumunan di pasar tersebut.

Selain itu, dengan lapak yang padat hingga dilahan parkiran yang ada, membuat pembeli kesulitan mencari tempat cuci tangan yang dikatakan pengelolah pasar disediakan.

Menurut Ujang, pengunjung Pasar 16 Ilir Palembang mengaku bersama istrinya ingin belanja kebutuhan lebaran.

Ia menilai karena harga barang yang ada dipasar tersebut lebih murah menjadi faktor ia belanja di sana.

"Yang jelas harganya murah dan kualitasnya tidak kalah jauh," ucapnya.

Diakui pria asal Banyuasian ini, pihaknya mengapresiasi pengelolah gedung Pasar 16 Ilir Palembang yang telah menerapkan prokes baik bagi pedagang maupun pengunjung yang ada.

Masjid Cheng Ho Palembang Gelar Shalat Idul Fitri di Tahun 2021, Masjid Agung Tunggu Arahan

"Nah, kalau diluar gedung tidak ada prokes dilakukan, kadang saya lihat pedangan yang tidak pakai masker atau pembelinya yang tidak pakai masker," capnya.

Sedangan salah satu pedagang yang berada di dalam gedung Pasar 16 Ilir Palembang mengaku lonjakan pengunjung memberikan dampak positif kepada para pedagang.

Pasalnya, mereka bisa meraup keuntungan setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19 pada Lebaran 2020.

"Sudah beberapa hari ini ramai terus. Ya lumayan pendapatan dibanding sebelumnya," bebernya, seraya pihak pengelolah gedung selalu menghimbau untuk menerapkan prokes.

Sedangkan para pedagang kaki lima diluar gedung pasar 16 Ilir masih terlihat abai, dan mengaku tak khawatir dengan potensi penularan Covid-19 meski berinteraksi di tengah kerumunan pengunjung sehingga tidak menerapkan prokes.

Dia mengaku sudah terbiasa melihat pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan misalnya tidak memakai masker dengan benar.

PAKAR Vietnam Sebut Larangan Mudik di Indonesia dan Malaysia Tak Efektif, Ini Alasannya

"Ngapain takut juga, yakin saja saya mah. Sudah sering juga orang jalan di sini enggak pakai masker. Mereka pakai masker kalau ada petugas aja," tandasnya.

Sementara itu, pihak pengelolah pasar Gedung 16 Ilir Palembang PT Gandha Tata Prima (GTP) menyatakan, pihaknya sudah menerapkan prokes yang ketat di area gedung bagi pedagang dan pengunjung dengan melibatkan unsur dari personel TNI/Polri.

"Menghadapi lonjakan pedagang dan pengunjung  yang mencapai 30 persen sejak H-7 Lebaran di masa pandemi , Pengelola Pasar 16 ilir terus menerus melakukan sosialisasi dan pengawasan pelaksanaan prokes untuk mencegah penyebaran covid 19," ucap GM PT GTP Budi Sulistiyani.

Tindakan lain yang dilakukan pengelolah pasar, diungkapkan Yeyen sapaan akrab Budi Sulistiyani yaitu dengan menyediakan 4 unit sarana cuci tangan 2 unit di area pintu masuk di sebelah pos polisi Pasar 16 ilir dan 2 unit di pintu masuk belakang . 

Selain itu, memasang banner peringatan Palembang Zona merah di beberapa titik akses masuk dan mewajibkan pedagang serta pembeli mengenakan masker. 

"PT GTP selaku pengelola Pasar 16 Ilir juga mendirikan pos terpadu  pantau covid- 19 dan pos PPKM di halaman belakang bersama unsur TNI dan Polri dan petugas Pantau covid-19 yang dibentuk oleh pengelola dengan koordinator Pos Pantau Riela Ausieano, yang setiap hari melakukan giat sosialisasi dan razia masker di Pasar 16 Ilir. Jika ada pengunjung tidak bermasker kita ingatkan dan berikan masker," tandasnya.

Tasya Kamila Sebut Suaminya Idap Kanker Getah Bening

Sedangkan terkait masih abainya pedagang dan pengunjung di luar gedung yang tidak menerapkan prokes khususnya masker, dilanjutkan Yeyen meski bukan tanggung jawab pihaknya, namun ia mengungkapkan selalu mensosialisasikan untuk penerapan prokes.

"Untuk pedagang dan pengunjung di area luar Gedung Pasar 16 Ilir, kami kesulitan memantau karena terlalu banyak PKL yang tumbuh  di area tersebut. Tapi kami terus melakukan sosialisasi agar sama- sama sadar akan kesehatan," pungkasnya.

Caption: penerapan prokes di Gedung pasar 16 Ilir Palembang

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved