Perayaan Lebaran Idul Fitri

Belenggu Pasukan Iblis Terlepas di Malam Takbiran Idul Ftri dan Tanda Berhasilnya Puasa Seseorang

mereka memburu manusia, melancar fitnah dan berniat mengagalkan Ibadah dan Puasa di Bulan Ramadhan yang diraih umat Nabi Muhammad SAW

Editor: Hendra Kusuma
Ist/handout
Belenggu Pasukan Iblis Terlepas di Malam Takbiran Idul Ftri 1442 Hijriah dan Tanda Berhasilnya Puasa Seseorang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Jika selama bulan Ramadhan Iblis dan pasukan setannya dibelenggu dan tidak bisa bebas menggoda manusia, maka di malam Lebaran Idul Fitri atau di malam takbiran, belenggu pasukan Setan mulai terlepas.

Saat itu, para setan dan Pasukannya memburu manusia, melancar fitnah dan berniat mengagalkan Ibadah dan Puasa di Bulan Ramadhan yang diraih umat Nabi Muhammad SAW.

Saat itu, para Setan atau Pasukan Iblis itu, mulai terbang di langit-langit menjelang matahari terbit di ufuk Fajar, mereka memburu manusia,

Lalu melancar fitnah dan berniat mengagalkan Ibadah dan Puasa di Bulan Ramadhan yang diraih umat Nabi Muhammad SAW, dan gencar menggoda manusia yang merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Namun, mereka akan kembali lari terbirit-birit ketika umat manusia melaksanakan Sholat Magrib dan Isyah berjamaan secara khusyu dan menggelar takbir bersama-sama.

Akan tetapi tak semua Iblis dan Pasukan Setannya gagal, sebab di malam itu akan banyak pula umat-umat manusia yang baru saja menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang tergoda.

"Maka itu, hendaknya dianjuran kepada umat Islam, Muslimin dan Muslimah untuk tetap menjaga diri, meningkatkan amal ibadah, yang wajib dan yang sunnah, memperbanyak doa dan dzikir," ujar Ustaz Mustain pimpinan Ponpes Miftahul Huda dalam tausiyahnya menjelang Sholat Tarawih, Rabu (5/5/2021) kemarin.

Sebab dengan demikian, puncak dari amal ibadah 30 hari Puasa Ramadhan didapatkan dengan sempurna.

Maka dari itu, Iblis berusaha menjebak manusia di hari perayaan Lebaran Idul Fitri.

Sebab, Iblis dan pasukannya Setannya berusaha memalingkan keberhasilan Umat Islam dengan nikmat dan lezatnya peryaan Idul Fitri.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hadist Nabi SAW:

Dari Wahab bin Munabbih, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Iblis terkutuk pada setiap hari Raya ia menjerit, sampai-sampai para anggotanya/ bawahannya datang berhimpun di sisinya, sahut mereka, ‘Hai tuan kami, siapakah yang membuat tuan marah, kami siap memporak-porandahkannya.’ Jawab Iblis, 'Tiada apa-apa, tapi Allah benar-benar telah mengampuni kepada umat ini dalam hari raya. Untuk itu, kalian harus memalingkan mereka supaya sibuk dengan segala makanan yang lezat-lezat dan pelampiasan nafsu syahwat, minum arak, hingga Allah memurkai mereka'.

Menujuk dan mengutip dari Duratul Wa'Idhin yang terjemahkan oleh Ust Abu HF Ramadhlan, maka dasar enunjuk pada sabda Nabi SAW, sebagai berikut:

1. Tetap ingat kepada Allah dan bersungguh-sungguh merayakan Idul fitri dengan bersedekah

2. Menajalankan segala amalan yang diwajibkan dan dianjurkan, seperti shalat, zakat, bertasbih dan bertahlil

Sebab, ampunan dari Allah dan perlindungan NYA selalu ada bagi umat yang selalu mengingat kebaikan dan mawas diri.

Juga doa-doa mu akan dikabulkan Allah SWT.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved