Breaking News:

Tidak Ada Sholat Ied di Masjid Hindari Kerumumnan, Bupati Muba Anjurkan Masyarakat Sholat di RUmah

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex mengimbau masyarakat Bumi Serasan Sekate melaksanakan sholat Idul Fitri atau Ied dilaksanakan di rumah

sripoku.com/fajeri
Bupati Muba, Dodi Reza Alex 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex mengimbau masyarakat Bumi Serasan Sekate melaksanakan sholat Idul Fitri atau Ied dilaksanakan di rumah masing-masing.

Hal tersebut melihat kondisi penyebaran Covid-19 masih tinggi penularannya.

“Setelah dilaksanakan rapat antara forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimida) dan juga kaum alim ulama, serta pemuka agama maka kita mengambil kesepakatan bersama bahwa sholat Idul Fitri itu dianjurkan dilaksanakan di rumah masing-masing,”kata Bupati Muba Dodi Reza Alex, Selasa (4/5/21).

Lanjutnya, dianjurkannya sholat Ied di rumah masing-masing karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan penyebarannya masih cukup tinggi.

Oleh karena itu, pembatasan terus dilakukan akan kembali diperketat oleh Pemkab Muba. Seperti rumah makan dan tempat keramaian.

 “Tempat keramaian seperti rumah makan dan cafe hanya boleh buka sampai jam 7 malam saja, kalau masih buka maka kita akan berikan teguran,”ujarnya.

Baca juga: Sedang Berlangsung SInetron Ikatan Cinta 4 Mei 2021: Elsa Melawan & Berniat Melukai RIcky

Baca juga: Perawat di Malang Ini Disiram Bensin dan Dibakar Hidup-hidup oleh Orang Tak Dikenal

Baca juga: Ramalan Shio Besok Rabu 5 Mei 2021: Shio Tikus Jangan Memaksakan Diri, Shio Kuda Kurang Beruntung

Tidak ingin kasus penularan Covid-19 kembali meningkat, Bupati Muba melarang warga Kabupaten Muba untuk tidak pulang kampung atau mudik pada lebaran tahun ini. 

“Sejak satu bulan yang lalu saya keluarkan imbauan terhadap warga Muba untuk tidak mudik dahulu, memang bulan Ramadan dan Idul Fitri ada tradisi pulang ke kampung untuk berkumpul dengan keluaraga. Namun, dengan sangat menyesal untuk tahun ini belum dapat dilakukan, ini demi kebaikan kita semua,”tegasnya. 

Saya mendapat bocoran dari daerah lain yang masuk ke Kabupten Muba sehingga menimbulkan adanya kasus infeksi Covid-19 di Muba.

“Kita berharap semoga kasus ini bukan varian yang baru, tapi kita coba kita sample sehingga kita mengetahui secara pasti sehingga tindakan dan langkah bisa diambil dengan cepat. Oleh karena itu, untuk tidak mudik bisa menekan kasus penularan Covid-19,”jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved