Tips untuk Membeli Ikan Giling Hingga Cara Mudah Melihat Ikan Giling Berformalin atau Tidak
Guna memberikan rasa aman akibat ditemukan ikan giling berformalin sebanyak 8,2 ton berikut cara melihat ikan giling berformalin atau tidak
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Guna memberikan rasa aman akibat ditemukan ikan giling berformalin sebanyak 8,2 ton beberapa waktu yang lalu.
Maka Penyuluhan Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang, Wilayah Kerja Dinas Perikanan Kota Palembang Karnilawati, S. Pi memberikan tips dan cara mengetahui ikan giling berformalin.
Menurut Karnilawati, tak semua ikan giling berformalin.
"Kepada masyarakat jangan takut untuk membeli ikan giling. Belilah ikan giling yang memang sudah mempunyai sertifikat yaitu Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP)," kata Karnilawati saat dibincangi Tribun Sumsel, Senin (3/5/2021).
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk yang sudah memiliki SKP seperti ikan giling Yuda Yudi yang ada di Sebarang Ulu I. Lalu ada juga Pempek Syamil yang juga menyediakan ikan giling.
"Untuk ikan giling yang dengan merek ISTI bukan binaan kami."
"Kalau binaan saya tentunya sudah saya edukasi."
"Saya memberikan pembinaan dan penyuluhan pada UMKM."
"Sudah cukup banyak kelompok-kelompok yang telah saya bina. Setidaknya ada 40 kelompok binaan," katanya.
Karnilawati pun memberikan tips untuk membeli ikan giling di pasar, untuk secara kasat mata cara membedakan ikan giling berformalin atau tidak yang paling utama bisa dilihat dari baunya atau aroma ikan.
Ia menjelaskan, kalau ikan gilingnya tidak ada aroma ikan artinya berformalin, kalau ikan gilingnya ada aroma khas ikan berarti tidak berformalin.
Lalu bisa juga dilihat dari ada lalat atau tidaknya, kalau tidak ada lalat bisa jadi berformalin.
Sebab biasanya kalau ikan giling yang tanpa formalin ada lalat.
Namun bisa juga ikan giling yang segar ini kalau pengolahan saat mencucinya bersih dan dicuci berkali-kali juga tidak ada lalat.
"Memang ada ikan yang dalam tubuhnya mengandung formaldehida, jadi dia bisa menghasilkan formalin dari dalam tubunya sendiri. Namun itupun, kadarnya sedikit dan tidak besar," ungkapnya.
Sedangkan kalau dari harga menurutnya tidak bisa juga menjamin, murah bukan berarti murahan. Tapi lihatlah kualitas ikanya. Jika perlu tanyakan ke penjual ada surat keterangan asal ikan atau tidak jika itu skala besar.
Menurut, untuk yang di Jakabaring itu sudah sekala besar, untuk yang seperti itu susa menjangkaunya.
Sebab setiap orang itu berbeda-beda, ada yang welcome kalau didata dan dibina tapi ada juga yang tidak.
Namun kebanyakan kalau yang besar-besar ini engan di beri penyuluhan.
Karnilawati pun berharap, agar penjual atau pengiling ikan mau didata. Supaya nantinya bisa dibina dengan baik. (TS/Lin)