Perawat Siloam Dipukul

Berapa Lama Orang Mengalami Trauma Psikologis dapat Sembuh? ini Jawabannya

Kondisi kesehatan fisik dan psikis CRS, perawat RS Siloam Sriwijaya korban penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga pasien, saat ini sudah berangsur

Editor: Yandi Triansyah
Instagram @Perawat_peduli_palembang
Ketua PPNI Sumsel, Subhan saat menjenguk kondisi Perawat korban penganiyaan keluarga pasien di RS Siloam Sriwijaya. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kondisi kesehatan fisik dan psikis CRS, perawat RS Siloam Sriwijaya korban penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga pasien, saat ini sudah berangsur membaik. 

Hal tersebut diungkap Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, Subhan Haikal.

Menurutnya, hingga hari ini Sabtu (1/5/2021) CRS masih dirawat di RS Siloam setelah dua minggu kasus tersebut terjadi.

"Kondisinya sudah cukup baik, tapi setahu kami CRS masih di RS Siloam," ujarnya, Sabtu (1/5/2021). 

Dia tidak bisa memastikan kapan CRS selesai menjalani perawatan dan dapat keluar dari RS.

Subhan mengatakan sebaiknya dapat mengkonfirmasikan kepada pihak RS untuk mengetahui kondisi kesehatan CRS terkini.

"Kami belum dapat informasi kapan akan keluar dari perawatan, untuk itu bisa ke RS langsung," ujarnya.

Menanggapi lamanya perawatan atau bantuan psikologis terhadap CRS mengalami trauma fisik maupun psikis.

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Sumsel sekaligus praktisi psikologis, Dr. Muhamad Uyun, S.psi., M.si mengatakan, beberapa hal yang harus dipastikan dalam menentukan lamanya perawatan bagi pasien yang mengalami trauma.

Yaitu, apakah yang mengalami kekerasan tersebut anak anak remaja ataupun orang dewasa atau ditinjau dari jenis kelaminnya.

Selanjutnya memastikan kekerasan apa yang dialami, durasi atau lama sebentarnya yang bersangkutan mengalami kekerasan, kekerasan itu berulang ulang atau tidak, dan dilakukan oleh seseorang atau lebih. 

"Ketika semua itu terjawab kita harus memastikan kembali, bagaimana tipe kepribadiannya, latar belakang sosial budaya termasuk agama yang dianut, tingkat pendidikan status sosial ekonominya," ujarnya.

Hal ini turut mempengaruhi lama atau sebentarnya dalam hal perawatan ataupun penyembuhan, sehingga dapat dilanjutkan untuk diberikan bantuan psikologis.

Terkait perlakuan atau treatmen yang diberikan dalam usaha memberi bantuan psikologis, bisa dengan konseling kalau yang mengalami remaja atau orang dewasa, bisa dengan terapi bermain atau terapi lainnya kalau yang mengalami anak-anak.

"Ataupun bentuk lain yang intinya kita berusaha mengalihkan pikiran traumanya ke keadaan semula," ujarnya. 

Selain itu, jika ditanyakan mengenai berapa lama seseorang dapat selesai dari bantuan psikologis dan dinyatakan sembuh, Uyun tidak bisa memastikan hal tersebut.

"Kalau ditanya waktu berapa lama atau berapa hari, tidak ada yang bisa memastikannya karena permasalahan psikologis berbeda dengan penyakit secara fisik," ujarnya.

Namun pada prinsipnya, proses penyembuhan tersebut kembali kepada orang yang mengalami trauma, ada keinginan yang kuatatu tidak dari orang tersebut untuk keluar dari permasalahan yang dialaminya.

 
 

2 Pekan Berlalu, Terungkap Kondisi Perawat Siloam Dipukul, Kasus sudah Diserahkan ke Kejari

Baca juga: Alfin Pulang Dulu Yah, Anak Serda Dwi Nugroho ke Lokasi Tenggelam KRI Nanggala-402 : Dadah Ayah

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved