Breaking News:

Wong Kito

Mengenal Sosok IPTU Hj Fifin Sumailan, Bukan Polwan Sembarangan, Penyandang Sabuk Hitam Karate

Ia merupakan salah satu Kanit di Sat Reskrim Polrestabes, Palembang, yaitu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berpangkat Iptu.

Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Andi Wijaya
Kanit PPA Polrestsbes Palembang Iptu Hj Fifin Sumailan 

Laporan wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Senang olahraga bela diri Karate dan sudah menyandang sabuk hitam, ia juga yang mempunyai paras cantik, perempuan yang lahir di kota Palembang, pada 9 mei 1979, ini yakni bernama Iptu Hj Fifin Sumailan.

Ia merupakan salah satu Kanit di Sat Reskrim Polrestabes, Palembang, yaitu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berpangkat Iptu.

Meski baru kurang lebih 1 tahun menjabat Kanit di PPA, sepak terjangnya pun bisa diacungi jempol dalam mengungkap kasus PPA. 

Apalagi menindaklanjuti sebuah laporan, ini pun terbukti saat beredarnya video viral di IG, tentang kasus penganiayan yang dilakukan seorang nenek-nenek yakni SY terhadap cucunya sendiri yakni TK bocah berusia 8 tahun.

Spontan begitu mendapatkan atensi dari Kapolrestabes Palembang dan Kasat Reskrim. 

Dalam hitungan Jam, Fifin pun dengan cepat menangkap pelaku dengan gerakan patah-patahnya di TKP (tempat kejadian perkara).

"Benar saya sebagai perlindungan masyarakat khususnya wanita dan anak-anak. Tentunya bergerak cepat jika ada laporan kasus penganiyaan yang dialami kaum perempuan apalagi anak-anak," ungkap Fifin sapaan akrabnya. 

Lanjutnya, apalagi video tersebut pun sempat viral, dan yang menjadi korbannya pun anak-anak.

"Memang itu langsung atensi dari Kapolrestabes, Palembang dan Kasat Reskrim. Saya juga terpanggil, sama saja saya juga merupakan seorang ibu. Melihat peristiwa itu rasa bagaimana mana," tegas Fifin kepada Sripoku.com. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved