Breaking News:

Berita Prabumulih

Ada Napi yang Bisa Langsung Bebas, 263 Narapidana Rutan Prabumulih Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

David menuturkan, pihaknya tahun ini mengusulkan sebanyak 3 narapidana untuk mendapat remisi khusus kategori 2 atau langsung bebas.

Grafis: sripoku.com/anton
Ilustrasi tahanan 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Hari raya atau lebaran umat beragama, menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh para warga binaan khususnya di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Prabumulih khususnya bagi warga binaan beragama islam.

Penyebabnya, setiap lebaran para warga binaan selalu mendapat remisi lebaran atau dikenal Remisi Khusus (RK) hari raya.

Untuk lebaran 1442 Hijriah atau tahun 2021 ini, jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Prabumulih sendiri mengusulkan sekitar sebanyak 263 warga binaan mendapat remisi kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhum dan HAM) Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal itu diungkapkan Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, David Rosehan didampingi Kasubsi Pelayanan Warga Binaan, Efan Armen SH ketika diwawancarai sejumah wartawan.

"Tahun ini kita usulkan sebanyak 263 narapidana untuk mendapat remisi lebaran," ungkap David Rosehan didampingi Efan kepada wartawan.

David menuturkan, pihaknya tahun ini mengusulkan sebanyak 3 narapidana untuk mendapat remisi khusus kategori 2 atau langsung bebas.

"Remisi RK 2 kita usulkan ada 3 orang, biasanya surat keputusan (SK) keluar pada H-1 lebaran," katanya.

Selain itu, David menjelaskan, rincian narapidana diusulkan mendapat remisi antara lain untuk remisi 15 hari diusulkan sebanyak 60 orang, remisi 1 bulan sebanyak 193 orang dan remisi selama 1 bulan 15 hari sebanyak 5 orang.

"Sementara untuk yang diusulkan mendapat remisi selama 2 bulan sebanyak 1 orang. Remisi kita usulkan paling besar selama dua bulan dan paling banyak diusulkan kasus narkoba," lanjutnya.

Disinggung apa syarat narapidana mendapat remisi, Efan menambahkan syaratnya antara lain berkelakuan baik selama enam bulan, mengikuti pembinaan-pembinaan dirutan dan lainnya.

"Kalau dalam pengajuan malah melakukan perbuatan tidak layak maka akan ditunda atau dicoret dari pengusulan, jelasnya harus berkelakuan baik," tegasnya. (eds/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved