Banjir di OKI
Lempuing OKI Lumpuh Dikepung Banjir, Ribuan Rumah Terendam, Ribuan Hektar Sawah Jadi 'Lautan'
Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini tengah menghadapi ujian berat
Penulis: Nando Davinchi | Editor: Yandi Triansyah
Ringkasan Berita:
- Ribuan rumah di Kecamatan Lempuing OKI terendam banjir.
- Selain rumah sawah hingga kebun karet warga turut terendam.
- Saat ini petugas gabungan melakukan evakuasi terhadap warga
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG – Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini tengah menghadapi ujian berat. Hamparan sawah yang biasanya hijau dan kebun karet yang menjadi tumpuan ekonomi warga, kini berubah menjadi hamparan air kecokelatan.
Sejak Sabtu (10/1/2026), ribuan masyarakat terpaksa harus berjibaku dengan luapan sungai yang merangsek masuk hingga ke dalam rumah.
Bencana banjir ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian warga di sembilan desa, tetapi juga memutus total akses transportasi darat.
Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, mengonfirmasi bahwa dampak banjir kali ini sangat luas, mencakup pemukiman hingga sektor produktif.
Hingga Sabtu sore, tercatat sebanyak 1.304 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung.
Duka mendalam juga dirasakan para petani. Data BPBD menunjukkan:
1.370 hektar sawah terendam air, mengancam kegagalan panen besar-besaran.
575 hektar perkebunan karet warga turut tenggelam, memutus mata pencaharian harian para penyadap.
“Banjir bukan hanya merendam rumah dan area perkebunan warga. Akses jalan penghubung di daerah tersebut juga terputus total,” ungkap Listiadi Martin
Berdasarkan data lapangan, Desa Tebing Suluh menjadi wilayah dengan jumlah rumah terendam terbanyak, yakni mencapai 630 KK.
Sementara itu, Desa Kutapandan mengalami kerusakan lahan pertanian terluas dengan 595 hektar sawah yang terendam.
Beberapa desa lain yang terdampak cukup parah antara lain:
Desa Cahaya Bumi: 52 KK rumah terendam, 200 hektar sawah, dan 500 hektar kebun karet.
| Seorang Pengunjung Diskotik DA Palembang Meninggal, Viral Beredar Karena Overdosis, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Reaksi Menohok Bunga Zainal Skakmat Inara Rusli, Kesal tak Minta Maaf hingga Sebut Sok Cantik |
|
|---|
| Petani Ini Nyambi Jadi Penguasa Peredaran Narkoba di Pagar Alam, Sabu-sabu Disimpan di Kotak Rokok |
|
|---|
| Pria Jagoan Asal Muratara Ini Tikam Tetangganya Sebanyak 7 Kali, Dilakukan di Depan Ibu Korban |
|
|---|
| Petani di Kedaton OKU Ini Masuk Penjara, Tanda Khusus Kepingan Getah Karet, Ini yang Dilakukannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Banjir-Lempuing-2026.jpg)