Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Nekat Mudik ke Sumsel Kendaraan Terancam Dikandangkan, 9-11 Mei 2021 Puncak Mudik

Polda Sumsel akan melaksanakan operasi ketupat musi jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah nanti mulai tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.

SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel akan melaksanakan operasi ketupat musi jelang perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah nanti mulai tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang.

Sebelumnya, Polda Sumsel sendiri sudah melaksanakan operasi keselamatan musi yang digelar pada 12 hingga 25 April lalu. Dalam operasi yang dilakukan, Polda Sumsel lebih memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi berupa larangan mudik, pemeriksaan kesehatan dan surat kesehatan, penindakan pelanggaran protokol kesehatan, peningkatan kesadaran protokol kesehatan dan edukasi tertib berlalu lintas pun dilakukan pihak kepolisian.

"Untuk Operasi Ketupat Musi itu mulai dilaksanakan dari tanggal 6 - 17 Mei mendatang. Tanggal 5 Mei mendatang kita akan gelar pasukan dan pergeseran personil ke pos sekat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait, Selasa (27/4/2021).

Pihaknya hingga saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mengingat, tanggal 9 hingga 11 Mei menjadi puncak arus mudik yang perlu dilakukan antisipasi. 

Personil di lapangan pun terus bersiaga untuk memantau kendaraan yang melintas untuk mencegah terjadinya arus mudik lebaran.

"Hingga tanggal 16, biasanya mulai terjadi arus balik. Disini juga, kembali dilakukan pemantauan ekstra. Pemantauan juga dilakukan dari tanggal 19 hingga 31 Mei, untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan," ungkap Hotman.

Dalam Operasi Ketupat Musi 2021 ini, personil dilapangan akan melakukan pemeriksaan surat keterangan kesehatan atau swab antigen yang menunjukan negatif Covid19.

Kendaraan juga bisa diminta putar balik, saat orang-orang yang ada di dalam kendaraan tersebut  tidak bisa menunjukan swab antigen negatif Covid19.

"Kalau kami dari aparat, tetap dengan instruksi pemerintah dengan adanya larangan mudik. Maka dari itu, pos sekat tidak hanya didirikan di perbatasan wilayah, tetapi juga didirikan antar perbatasan kabupaten kota yang ada di Sumsel," lanjut Hotman.

Dijelaskan Dirlantas, total pos yang akan didirikan di sejumlah perbatasan wilayah di Sumsel sebanyak 65 Pos yang terdiri dari Pos pengamanan sebanyak 42 pos,13 pos pelayanan dan 10 pos penyekatan. 

Dari 65 pos yang didirikan, nantinya akan dikerahkan personil gabungan yang akan 24 jam berjaga di pos pengamanan, pos pelayanan dan juga pos sekat. 

Anggota Polri yang diterjunkan sendiri sebanyak 1.352 personil yang mana total secara keseluruhan tim gabungan yang diterjunkan sebanyak 2.523 personil.

Personil inilah yang nantinya akan melakukan penyekatan terhadap para kendaraan dan pemudik yang akan masuk ke wilayah Sumsel.

"Kalau masih ada yang membandel, kami akan tindak tegas mulai dari memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan kendaraan kami kandangkan," ungkap Hotman.
 

Baca juga: Herman Deru : Yang Nak Balek Dusun, Baleklah tapi Jangan Melanggar Aturan

Agen Tiket Bus di Lubuk Linggau Pusing dan Kesal, Dampak Larangan Mudik Omzet Anjlok

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved