Breaking News:

Hukuman Bagi Seorang Muslim yang Meninggalkan Sholat, Ada Dua Macam, Begini penjelasan Buya Yahya

Sholat itu ibarat tiang agama yang artinya jika tidak didirikan, maka bangunan lainnya akan roboh dan pondasinya tidak akan kuat.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ ANTON
Ilustrasi orang sholat. Ada dua macam hukuman bagi seorang muslim yang meninggalkan sholat. 

SRIPOKU.COM - Apa hukum meninggalkan sholat? Begini penjelasan Buya Yahya.

Sholat merupakan tingkatan ibadah tertinggi setelah syahadat dalam rukun Islam.

Sholat juga merupakan amalan yang pertama dihisab ketika di akhirat kelak.

Sehingga sholat itu ibarat tiang agama yang artinya jika tidak didirikan, maka bangunan lainnya akan roboh.

Perumpaan lainnya yakni jika sholat yang paling penting bagi dunia dan akherat saja ditinggalkan, bagaimana dengan urusan lainnya?

Sehingga, Allah Subhanahuwata'ala pun memberikan peringatan melalui kalamnya dalam ayat Aqluran,

Firman Allah Ta’ala,

“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) ?” (Q.S. Al Qalam [68] : 35)

hingga ayat

“Pada hari betis disingkapkandan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan.

Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (Q.S. Al Qalam [68] : 43)

Berikut ini penjelasan lengkap Buya Yahya mengenai hukum meninggalkan sholat yang dibagikan melalui tayangan YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Apa Hukum Memanjangkan dan Memelihara Jenggot? Apakah Haram Memangkasnya? Begini Penjelasan Tepatnya

Ilustrasi Sholat
Ilustrasi Sholat (SRIPOKU.COM/ ANTON)

Berikut ini hukum meninggalkan sholat dijelaskan oleh Buya Yahya menurut pendapat mazhab dan jumhur ulama.

"Meninggalkan sholat dosanya sangat besar, hukuman meninggalkan sholat ulama menyebutkan, bagi yang meninggalkan sholat bahwa menurut mazhab kita meninggalkan sholat ada dua macam, meninggalkan sholat karena meyakini kalau sholat itu tidak wajib maka dia murtad, keluar dari iman, dan hukumannya ialah dipenggal lehernya, karena dia murtad," terang Buya Yahya.

"Dan dikubur di tempat orang kafir, tidak bisa dikubur didekat kaum muslim," jelasnya.

"Kemudian yang kedua adalah meninggalkan sholat karena malas-malasan, adapun meninggalkan sholat karena malas-malasan menurut mazhab Imam Ahmad bin Hanbali, siapapun yang meninggalkan sholat karena malasa-malasan sekalipun biar pun masih meyakini sholat itu wajib, maka hukumnya dianggap seperti orang yang murtad," jelasnya.

"Jadi orang yang meninggalkan sholat ya sudah keluar dari iman," lanjut Buya Yahya.

"Adapun menurut jumhur ulama selain dari mazhab Imam Hanbal, yang meninggalkan sholat dosa besar, maka dia disuruh melakukannya, kemudian disuruh taubat, kalau ternyata mereka masih tidak mau melakukan taubat dengan melakukan sholat, maka hukumannya adalah dipenggal lehernya," tuturnya.

"Akan tetapi masih dianggap sebagai seorang muslim dan diurusi jenazah seperti jenazah seorang muslim, kemudian dikubur dengan kaum muslimin," lanjutnya.

Sholat merupakan ibadah yang wajib dilakukan.

Bahkan urusan sholat merupakan hal pertama yang dihisab di akherat kelak.

Maka dari itu, perintah dalam menjalankan sholat diringankan.

Sehingga ada namanya sholat jamak dan qasar, jika tidak ada air dianjurkan tayamum serta kemudahan lainnya dalam perkara sholat ini.

Maka mengapa seorang muslim masih meninggalkan perintah sholat?

Hati-hati jika seorang muslim sampai meninggalkan sholat akan dicabut keberkahan dalam hidupnya.

"Begitu berat hukumannya, maka dari itu pahalanya gede sekaligus cara melaksanakannya juga dipermudah," kata Buya Yahya.

"Jangan sampai ada seorang pun di rumah kita yang tidak melakukan sholat, akan menjadikan berkah di rumah tersebut dicabut diganti dengan perselisihan, percekcokan, permusuhan, maka sangat rugi," terangnya.

"Ada sebagian para assolihin dahulu paling takut duduk dengan orang yang dia meninggalkan sholat, karena manusia ini mengundang musibah, paling tidak berani duduk dengan orang muslim yang meninggalkan sholat, karena menakutkan orang semacam itu," jelasnya.

"Orang yang tidak diberkahi bersamanya pun bisa saja menjadi orang yang tidak diberkahi, maka jangan sampai ada satu orang di rumah kita yang meninggalkan sholat, dosa besar," tambahnya.

Baca juga: Siapa yang Memakaikan Cincin ke Jari Wanita Saat Lamaran? Begini Hukum Tukar Cincin Kata Buya Yahya

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved