BKKBN Sarankan Calon Pasangan Suami Istri Utamakan Pre Konsepsi bukan Pre Wedding
"Saya mengingatkan kepada semua pihak ketika pre wedding bisa habiskan puluhan juta tapi saya kritik, saya sayangkan.Pre konsepsinya tidak pernah,"
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menekankan pasangan yang belum menikah untuk mengutamakan pre konsepsi sebelum memulai kehidupan pernikahan.
Menurut Hasto, pre konsepsi seharusnya menjadi hal yang didahulukan oleh bagi calon pasangan yang akan menikah.
Saat ini masyarakat masih sering salah kaprah dalam menetapkan skala prioritas sebelum melangsungkankan perkawinan dengan menghabiskan biaya yang besar untuk kegiatan sebelum menikah (pre wedding) seperti pemotretan.
• PSU Pilkada 2020 PALI Telah Usai, Kapan KPU PALI Tetapkan Paslon HERO Sebagai Pemenang
"Saya mengingatkan kepada semua pihak ketika pre wedding bisa habiskan puluhan juta tapi saya kritik, saya sayangkan.
Pre konsepsinya tidak pernah dikerjakan.
Padahal, pre konsepsi itu hanya menyiapkan sel telur istri dan sperma dari suami itu butuh tiga bulan sebelum menikah dan murah," ujarnya pada Konvensi Perempuan Indonesia, Kamis (21/4/2021).
Proses pre konsepsi pun hanya meliputi pemeriksaan hemoglobin (hb), tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas.
• Tiga Bulan Belum Terima Pembayaran Gaji, TKS Segel Kantor Dinas PMPTSP Muratara
Dari pemeriksaan tersebut bisa dinilai calon ibu yang nantinya dapat hamil. Proses pre konsepsi untuk laki-laki selama 75 hari dan perempuan 90 hari.
"Pre konsepsi harus dilakukan, harus dikerjakan supaya tahu status gizi calon perempuan yang akan jadi ibu belum nanti nikah dan bulan madu.
Pre konsepsi bukanyang mahal dan tidak penting," jelasnya.
Hasto mengatakan, dengan serius menyiapkan kebutuhan, calon pasangan dapat mencegah angka stunting," katanya.
Dalam pencegahan angka stunting, diperlukan upaya dari berbagai pihak. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pun harus dilakukan secara penuh.
Program imunisasi pun tidak boleh ditinggalkan sebab bayi stunting disebabkan oleh sakit karena kurangnya asupan gizi dan imunisasi dasar yang tidak lengkap.
• PRABOWO Sebut KRI Nanggala Sudah Uzur Tapi Dipaksakan Operasional:Peremajaan Segera Alat Perang
"Kejar sampai imunisasi yang belum 100 persen kita kejar terus minta dukungan semua pihak," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/prekonsepsi.jpg)