Berita Pagaralam

Pagaralam Dilanda Bencana Alam, Hujan Es, Banjir Bandang, dan Kini Batu-batu Berukuran Besar Longsor

Longsor memang sudah mulai terjadi di sepanjang jalur utama Pagaralam-Lahat terutama di kawasan Lematang Indah dan Liku Endikat.

Tayang:
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Material longsor berupa batu besar yang mulai berjatuhan di sejumlah tebing di kawasan Liku Lematang Pagaralam, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Intensitas hujan di Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan akhir-akhir ini cukup tinggi.

Bahkan hampir setiap hari kawasan Kota Pagaralam selalu diguyur hujan, baik itu hujan lebat maupun gerimis.

Bahkan beberapa hari lalu Pagaralam sempat dilanda hujan es yang terjadi di kawasan Gunung Gare Pagaralam.

Selain itu hujan lebat disertai angin kencang juga terus saja terjadi beberapa pekan belakangan ini.

Kondisi ini mulai berdampak buruk untuk kondisi alam di Pagaralam.

Selain sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan bencana banjir bandang. Yang tidak kalah bahayanya yaitu bencana tanah longsor.

Pantauan Sripoku.com, Rabu (21/4/2021) dijalur utama Pagaralam-Lahat tepatnya di kawasan Lematang Indah sampai ke Liku Endikat saat ini mulai tampak ada tebing yang longsor.

Bahkan katerial longsor sudah jatuh kebadan jalan berupa batu-batu besar.

Kurniawan (34) salah satu warga Pagaralam mengatakan, longsor memang sudah mulai terjadi di sepanjang jalur utama Pagaralam-Lahat terutama di kawasan Lematang Indah dan Liku Endikat.

"Kalau dikawasan Lematang Indah batu-batu berukuran besar mulai longsor dan masuk kebadan jalan. Hal ini sangat membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Tidak hanya itu, sejak adanya proyek pengerjaan perluasan jalan di Lematang Indah batu besar sering berkatuhan dari atas tebing yang sedang menjadi lokasi pengerjaan jalan.

"Harus diawasi dengan ketat saat ada alat berat diatas tebing yang akan dibangun tersebut.

Pasalnya jika tidak takut material batu yang jatuh mengenai kendaraan yang melintas.

Pasalnya intensitas kendaraan yang melintas dikawasan tersebut cukup tinggi," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved