Breaking News:

Berita Palembang

LARANGAN Mudik Lebaran 2021, Langkah Ini yang Dilakukan Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait mengatakan nantinya posko yang didirikan tersebut akan memantau

SRIPOKU.COM/Bayazir Al Rayhan
Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah resmi meniadakan mudik lebaran 2021, dalam rangka mencegah angka peningkatan penyebaran covid-19 di Indonesia.

Hal ini dikarenakan berkaca dari tahun sebelumnya, yang mana setiap kali adanya liburan selalu meningkat angka penambahan masyarakat yang terpapar covid-19.

Pemerintah pun menegaskan dari tanggal 6 hingga 17 Mei mendatang atau menjelang lebaran nantinya moda transportasi yang ada di Indonesia dilarang beroperasi, kecuali ada hal khusus yang memperbolehkannya untuk beroperasi.

Terkait hal tersebut, Polda Sumsel akan membuat beberapa pos di perbatasan wilayah Sumsel untuk mencegah adanya masyarakat yang tetap nekat untuk melakukan mudik lebaran tahun 2021 ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait mengatakan nantinya posko yang didirikan tersebut akan memantau aktivitas masyarakat.

Namun Dirlantas mengatakan, pihak dari Polda Sumsel hanya sebatas memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah terkait adanya larangan mudik tersebut.

"Kalau larangan mudik, itu kan sudah ada keputasan dari pemerintah. Kita hanya sekedar memberikan edukasi kepada masyarakat di setiap pos yang didirikan nantinya," kata Hotman, Minggu (18/4/2021).

Larangan mudik ini dilakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di Indonesia.

Hal tersebut yang menjadi prioritas pihak kepolisian untuk memaksimalkan posko-posko yang akan didirikan nantinya.

"Pos yang akan kita dirikan nantinya berada di tempat-tempat utama seperti pintu tol dan pintu masuk lainnya. Tetapi penindakan kita tetap dengan cara edukasi," tutur Hotman.

Akses penyebrangan baik darat, laut, dan udara akan ditutup sesuai dengan surat edaran dari Mendagri.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk hal khusus dan surat izin yang jelas.

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved