Mantan Kades Tersangka Pungli Pembuatan Sertifikat Tanah, Terancam Pidana Minimal 4 Tahun Penjara  

Tersangka mewajibkan masyarakat untuk membayar sejumlah uang untuk pembuatan sertifikat tanah pada tahun 2016 dan 2017.

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Tersangka AT saat diamankan di Kejaksaan Negeri OKU Timur. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur menetapkan AT mantan Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur sebagai tersangka diduga melakukan pungutan liar dalam pembuatan sertifikat tanah.

Pungutan liar ini terungkap karena adanya laporan dari masyarakat. Disebutkan modus pungli yang dilakukan  tersangka,  dengan mewajibkan masyarakat untuk membayar sejumlah uang untuk pembuatan sertifikat tanah pada tahun 2016 dan 2017.

Diketahui bahwa pada tahun tersebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKU Timur mengadakan program prona pembuatan sertifikat tanah untuk masyarakat secara gratis.

Kajari OKU Timur Dr Akmal Kodrat SH M Hum melalui Kasi Pidsus Aci Jaya Saputra SH menjelaskan, tersangka yang menjadi Kades pada saat itu melakukan sosialisasi bahwa pembuatan sertifikat tanah tersebut dikenakan biaya Rp 1,5 juta, padahal semua biaya pembuatan sertifikat tersebut sudah dibebankan pada DIPA BPN OKU Timur.

"Setiap sertifikat yang dibuat diwajibkan oleh tersangka untuk membayar Rp 1,5 juta dengan bayar DP Rp 200 ribu dan melakukan pelunasan Rp 1,3 juta jika sertifikat sudah selesai. Harusnya kalaupun dikenakan biaya diperbolehkan hanya Rp 200 ribu itupun berlaku pada tahun 2017 yang lalu." kata Aci dalam konferensi pers di Kejari. Kamis (15/4/2021).

Mengenai adanya tersangka lain, sampai saat ini pihak kejari masih terus melakukan pendalaman kasus lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dan fakta baru.

"Tidak menutup kemungkinan ada oknum BPN yang terlibat nanti akan kita kejar apakah ada aliran uang ini ke BPN. Dari pengakuan tersangka ada aliran uang juga ke Oknum BPN," katanya.

Namun sampai saat ini, pihaknya belum cukup bukti dan belum bisa berkata banyak mengenai adanya dugaan tersangka lainya.

Selanjutnya tersangka AT dilakukan penahanan di Polres OKU Timur.

Akibat perbuatanya yang melanggar pasal 12 E dan Pasal 11 UU No 20 tahun 2001, tersangka terancam pidana minimal 4 tahun kurungan penjara.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved