Breaking News:

Johan Anuar Dituntut 8 Tahun Penjara

BREAKING NEWS: Johan Anuar, Dituntut 8 Tahun Penjara oleh JPU KPK, Kasus Korupsi Lahan Kuburan

JPU KPK juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik pada terdakwa Johan Anuar selama 5 tahun.

SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Sidang Wakil Bupati OKU, Johan Anuar, dituntut hukuman 8 tahun penjara oleh JPU KPK, Rabu (15/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Chairul Nisyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan, atas terdakwa Johan Anuar masuk pada agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK.

Sidang digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Palembang, diketuai oleh hakim Erma Suharti SH MH, Kamis (15/4/2021).

Dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum KPK menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 2 Ayat 1, tentang tindak pidana korupsi, Jo ayat 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

"Hari ini kami telah membacakan surat tuntutan atas terdakwa Johan Anuar. Kami menuntut terdakwa dihukum dengan hukuman 8 tahun, denda 200 juta dengan subsidair 6 bulan," ujar JPU KPK Rihki B Maghas SH MH yang dikonfirmasi usai persidangan, Kamis (15/4/2021).

Rikhi juga menjelaskan, bahwa dalam fakta persidangan JPU menemukan fakta-fakta bahwasanya dalam perkara ini terdakwa Johan Anuar menerima uang sebesar 3,2 miliar rupiah.

"Dengan adanya hal tersebut kami menjatuhkan hukuman uang pengganti dengan jumlah tersebut, yang mana jika tidak dibayarkan akan diganti dengan hukuman 1 tahun penjara," jelasnya.

Selain itu JPU KPK juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik pada terdakwa selama 5 tahun.

Diberitkan sebelumnya, terdakwa Johan Anuar  dihadirkan langsung dihadapan majelis hakim pada sidang agenda keterangan terdakwa, Selasa (6/4/2021) lalu.

Johan Anuar yang merupakan Wakil Bupati non aktif OKU ini hadir didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Titis Rachmawati.

Nampak hadir istri dan anak Johan Anuar, serta beberapa simpatisannya, di ruang sidang utama, Pengadilan Tipikor Palembang.

Saat dikonfirmasi awak media, Johan Anuar tidak banyak memberikan komentarnya.

"Untuk lebih jelas, mungkin bisa tanyakan langsung pada kuasa hukum saya," ujarnya.

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved