Breaking News

Cerita Horor Pemudik Nekat Lewat Jalur Tikus, Angker Hingga Rawan Perampokan Tapi Lolos dari Petugas

Lalu mereka dicek suhu serta diberi disinfektan, dan akhirnya berbaur dengan masyarakat. Keberanian Budi dan keluarga melalui jalur tikus

Tayang:
Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Ilustrasi jalur tikus yang dilakukan pemudik lebaran tahun 2020 lalu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Keputusan polisi menutup dan menyekat jalur tikus di sepanjang kawasan Pulau Jawa dan Bali tak lain karena ingin mencegah tindak kejahatan terjadi.

Sebab, selain menjalankan instruksi pemerintah yang melarang Mudik Lebaran, pihak Kepolisian memang bertanggungjawab menjaga keamanan, terutama tindak kriminal.

Meski demikian pada tahun 2020 lalu banyak Pemudik yang lolos dari penjagaan karena berhasil melewat jalur tikus yang minim penjagaan.

Sebab Tahun 2020 lalu arus mudik memang terjadi pada Mei 2020 saat hendak Lebaran Idul Fitri.

Meski dilakukan PSBB, tetapi banyak yang lolos dari penjagaan.

Pengalaman itu diungkapkan Budi salah seorang Pemudik yang berhasil lolos berkat melewati jalur tikus.

Dilansir dari data Sripoku.com 30 April 2020 lalu, seorang pemudik bernama Budi berhasil pulang ke kampung halamannya Semarang, berkat jalur tikus yang diketahuinya.

Namun, diakui Budi, dia harus melewat jalanan sepi dan seram, bahkan seperti cerita horor, dia harus melewati jalanan sepi tak berpenghuni dan rawan tindak kejahatan.

Tetapi Budi mengatakan, dia tetap nekat meski membawa serta anak istrinya melewati jalan sepi alias jalur tikus demi menghindari penjagaan petugas yang melakukan PSBB disetiap jalur perbatan.

Sebab, jika sampai ketahuan petugas maka dia harus pasrah diminta putar balik.

Cerita Horor Pemudik Nekat Lewat Jalur Tikus, Angker Hingga Rawan Perampokan Tapi Lolos dari Petugas:

Nekat Tinggalkan Jakarta

Seperti diketahui, Budi, Pemudik yang nekat ini, bukan nama sebenarnya, bersama istri dan dua anaknya berangkat dari rumah di daerah selatan Jakarta sekitar pukul 19.00 WIB.

Maka itu, dia merencanakan berangkat malam agar peluang untuk lolos dari penjagaan lebih besar. Maka itulah, dari Jakarta, Budi memacu mobil pribadinya melalui jalur tol hingga tiba di pos pemeriksaan Cikarang. Namun, Mobil Budi diperiksa, dan ditanya tentang tujuan oleh petugas dan alasan keluar dari wilayah Jabodetabek.

Karena cukup ketat dan tak mungkin lolos, Budi pun menjawab mau mengunjungi saudara yang sakit di Cirebon dan akan keluar di pintu tol Brebes. Namun, Budi tidak bisa membuktikan alasannya, sehingga ditolak dan harus putar balik.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved