Breaking News:

Berita Palembang

Pemkot Inginkan Pulau Kemaro Seperti Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, Walhi : Jangan Teburu-buru

Hal tersebut karena Pemerintah akan membuka lahan seluas 25 hektare dengan membangun bungalow di kawasan tersebut.

SRIPOKU.COM/ZAINI
Bungalow yang berada di Pulau Kemaro Palembang di pinggiran Sungai Musi, Selasa (30/4/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rencana pemerintah Kota Palembang ingin menjadikan Pulau Kemaro seperti wisata Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, menuai banyak respon pro dan kontra dari sebagian masyarakat.

Hal tersebut karena Pemerintah akan membuka lahan seluas 25 hektare dengan membangun bungalow di kawasan tersebut.

Destinasi wisata ini ditargetkan rampung pada Tahun 2023 dengan dana sekitar Rp 1,4 Triliun, juga melibatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN dan juga mengundang investor untuk menanamkan modal di kawasan tersebut. 

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, M Hairul Sobri, Pemerintah Kota Palembang belum memiliki konsep wisata yang konkrit, namun terkesan terburu-buru untuk merealisasikannya.

Sehingga jika tetap dilanjutkan tanpa adanya pengawasan, dikhawatirkan akan berdampak buruk, bagi ekonomi, sosial, budaya hingga lingkungan sekitar.

Walhi memandang berbagai dampak lingkungan seperti berkurangnya daerah resapan air di daerah aliran Sungai Musi, akibatnya akan memicu banjir di wilayah tersebut. 

Dia juga khawatir, jika pembangunan ini tidak jelas prosesnya dengan hanya mengedepankan wisata, akan terjadinya abrasi atau pengikisan tanah dan membuat sebagian lahan Pulau Kemaro menghilang.

"Pemerintah seperti terburu-buru, tapi tidak memperhatikan dampak lindungan yang dapat rusak, bahkan kita khawatir generasi masa depan tidak mengetahui lagi sejarah dan kondisi lingkungan Pulau Kemaro saat ini," ujarnya, ditemui usai diskusi mengenai Pulau Kemaro bersama pegiat, budayawan, dan aktivitas lingkungan, Rabu (7/4/2021).

Diskusi bersama pemerhati, budayawan, pegiat lingkungan mengenai Pulau Kemaro, Rabu (7/4/2021).
Diskusi bersama pemerhati, budayawan, pegiat lingkungan mengenai Pulau Kemaro, Rabu (7/4/2021). (Sripoku.com/Maya Citra Rosa)

Bahkan menurutnya, Pulau Kemaro seharusnya masuk dalam Ruang Terbuka Hijau yang tidak boleh dirusak, namun dipulihkan kembali statusnya.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved