Breaking News:

Modus Kakek Cabuli Menantu yang Hamil dengan Tawaran Pijat, Setelah Korban Pulas HW Beraksi

Selain vonis penjara, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsider 1 tahun penjara.

https://www.pexels.com/
Pijat kaki. 

SRIPOKU.COM - Seorang calon kakek mencabuli menantunya sendiri saat keletihan pulang dari sawah.

Kakek berinisal HW tersebut bermodus memijat sang menantu yang akhirnya berujung dengan pemerkosaan.

Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara terhadap pria berinisial HW pada Rabu (7/4/2021).

Terdakwa divonis bersalah oleh majelis hakim karena terbukti mencabuli menantunya sendiri yang sedang hamil.

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan itu, majelis hakim yang diketuai Andi Adha menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan pidana asusila kepada korban yang tak lain adalah istri dari anaknya sendiri.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kesusilaan sesuai Pasal 289 KUHP, dan menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada terdakwa," kata majelis hakim saat membacakan amar putusan.

Selain vonis penjara, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsider 1 tahun penjara.

Baca juga: Tidak Bebas Lagi Putar Lagu Di Pertokoan, Perkantoran hingga Bus Umum Karena Harus Bayar Royalti

Baca juga: Munarman Dibela Peneliti Teroris, soal Baiat ISIS, Ridlwan Habib : Polri Jangan Diam Aja Dong

Baca juga: Professor  M  Dimintai Pertanggungjawaban Model Cantik Era Setyawati untuk Nafkahi Anaknya

Baca juga: Pengakuan Munarman di Mata Najwa, saat Hadir di Baiat ISIS : Itu Seminar, Saya tak Tau Bahwa Ada Itu

Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (medium.com)

"Dengan ketentuan putusan ini berkekuatan hukum tetap apabila terdakwa tidak membayar denda maka akan diganti dengan pidana penjara tambahan selama satu tahun," kata hakim.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya memimta majelis hakim agar menghukum terdakwa 8 tahun penjara.

Mendengar putusan hakim tersebut, terdakwa yang didampingi Kuasa Hukumnya Penny Tupan menyatakan pikir-pikir.

Halaman
12
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved