Breaking News:

Mantan Bupati dan Wabup Solok Dilaporkan ke Polisi Karena Utang untuk Pilkada Belum Lunas

Cukup banyak pernik-pernik pilkada mulai dari gembira, sedih tatkala kalah bahkan stress dan tidak terkecuali bermuara ke kasus hukum.

Editor: Salman Rasyidin
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi uang 

SRIPOKU.COM - Cukup banyak pernik-pernik pilkada mulai dari gembira, sedih tatkala kalah bahkan stress dan tidak terkecuali bermuara ke kasus hukum.

Namun yang pasangan kepala daerah yang satu ini berkasus hukum bukan karena indikasi korupsi atau ke OTT KPK.

Pasalya masalah yang dihadapi karena utang biaya ikut pilkada belum lunas.

Dilansir KOMPAS.com gara-gara utang untuk biaya Pilkada 2015 yang belum lunas, mantan Bupati dan Wakil Bupati Solok, Sumatera Barat, Gusmal-Yulfadri Nurdin dilaporkan ke polisi.

Gusmal dan Yulfadri meminjam uang kepada tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Epyardi Asda untuk biaya Pilkada sebesar Rp 1,3 miliar.

Namun, setelah duduk menjadi Bupati dan Wakil Bupati, Gusmal dan Yulfadri belum melunasinya dan masih tersisa utang Rp 700 juta.

Baca juga: Disambut Antusias, Vaksinasi Pedagang di Padang Melampaui Target

"Kemarin malam saya buat laporan pengaduan ke Polres Solok Kota soal piutang ini. Mereka tidak ada itikad baik melunasinya," kata Epyardi Asda yang dihubungi Kompas.com, Kamis (8/4/2021).

Epyardi mengatakan, saat Pilkada Kabupaten Solok 2015 lalu, pasangan Gusmal-Yulfadri beserta istri mendatanginya untuk meminjam uang.

Menurut Epyardi, saat itu dia tergerak untuk memberi pinjaman karena merasa pasangan Gusmal-Yulfadri memiliki visi membangun Kabupaten Solok dengan baik.

Halaman
123
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved