Breaking News:

Banjir Bandang Flores

"SELAMATKAN Warga ke Tempat Tinggi," Nasib Tragis Sekdes Terkubur Longsor Saat Evakuasi Warga

Ada 19 rumah yang terkubur longsor dan sekarang masih ada 22 warga desa yang terkubur material banjir, batu besar, dan gelondongan kayu.

AFP
Anggota TNI dan warga saat menyelamatkan korban banjir bandang, Senin (5/4/2021). 

SRIPOKU.COM, FLORES--Pengorbanan perangkat desa ini patut diacungi jempol meski harus mengorbankan jiwa raganya. Meski bahaya mengintai, dengan telepon selulernya, hingga detik-detik akhir hidupnya, ia terus berkordinasi memberi petunjuk kemana warga harus dievakuasi.
Namun takdir berkata lain, sosok penyelamat warga ini, malah kehilangan nyawanya. Ia menjadi korban longsor saat masih memegang HP untuk menyelamatkan warga.
Waimatan merupakan salah satu desa yang parah karena banjir dan longsor pada Minggu (4/4/2021) dini hari. Ada 19 rumah yang terkubur longsor dan sekarang masih ada 22 warga desa yang terkubur material banjir, batu besar, dan gelondongan kayu.

Salah satu yang terkubur itu adalah Sekretaris Desa Waimatan Randius Rupa yang justru pada malam kejadian masih melakukan koordinasi untuk selamatkan warga ke tempat yang aman. Kepala desa Waimatan Mus Sili Betekeneng mengisahkan detik-detik terakhir dia masih berkoordinasi dengan Randius Rupa.

Dia mengisahkan, hujan lebat terjadi sejak Sabtu (3/4/2021) sore dan kepanikan mulai terjadi pada pukul 23.00 Wita. Hujan lebat terjadi hingga pagi hari. Saat itu, Randius masih mengarahkan warga desa untuk mencari tempat aman agar menyelamatkan diri.

"Saya pikir gunung mau meletus. Waktu itu masih kontak dengan sekdes (Randius) untuk evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Mus Betekeneng.

"Pak sek sempat koordinasi warga untuk selamatkan diri. Lampu padam, gemuruh besar, tapi tiba-tiba langsung stop. Saya dapat lontaran batu sekali. Saya kasi bangun ibu, saya bilang ini erupsi kita harus selamatkan diri," kenangnya.

Melalui komunikasi telepon, Randius sempat memberitahukan kalau daya ponselnya tidak bisa bertahan lama lagi.

Mus Betekeneng tidak menyangka kalau itu adalah malam terakhir dia berkomunikasi dengan saudaranya itu.

Menurutnya, Randius terkubur bersama keluarganya saat banjir dan longsor menyapu kawasan tersebut dalam sekejap. Bencana tersebut melanda wilayah dusun 1, dusun 2 dan dusun 3 desa Waimatan.

Masih ada ratusan warga Waimatan yang bertahan di desa. Mereka tidak bisa mengungsi ke desa tetangga karena akses jalan yang putus. Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sudah meminta kepala desa untuk mengevakuasi warga ke desa tetangga yang lebih aman.

Bupati Sunur berujar sejauh ini baru 14 korban meninggal dunia yang ditemukan dan ada 42 korban yang belum ditemukan, kemungkinan masih tertimbun material banjir.

Sementara itu, total ada 370 warga yang mengungsi ke posko yang disiapkan pemerintah yakni di Kantor Lurah Lewoleba Timur, Lewoleba Tengah, Kantor Camat Nubatukan dan Puskesmas Waipukang. Warga juga mengungsi ke rumah keluarga dan kebun-kebun di Parakwalang Ile Ape. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Sempat Arahkan Warga Selamatkan Diri, Sekdes Waimatan Akhirnya Tertimbun Longsor, https://kupang.tribunnews.com/2021/04/06/sempat-arahkan-warga-selamatkan-diri-sekdes-waimatan-akhirnya-tertimbun-longsor.
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola

Editor: Wiedarto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved