Breaking News:

Herman Deru: 'Salat Tarawih Boleh, Salat Id Boleh' Sumsel Terapkan PPKM Mikro Selama 2 Pekan

Menurut Herman Deru, masuknya provinsi Sumsel sebagai daerah penerapan PPKM mengindikasikan provinsi ini harus melakukan perbaikan penanganan Covid-19

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Gubernur Sumsel, Herman Deru. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Provinsi Sumsel termasuk 20 daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Pelaksanaan PPKM mikro berlaku selama dua pekan mulai 6-20 April 2021.

Meski di Sumsel diterapkan PPKM skala mikro, Gubernur Sumsel Herman Deru tidak melarang masyarakat melakukan ibadah salat tarawih di masjid selama bulan Ramadhan.

Demi mempersiapkan pelaksanaaan ibadah di bulan suci, saat ini pemerintah provinsi Sumsel pun tengah menggencarkan program vaksinasi bagi pemuka agama.

Baca juga: Dua Perwira Polres Muara Enim Dapat Penghargaan Kapolda Sumsel, Salah Satunya AKP Desi Ariyanti

Baca juga: Indikator Pandemi Sudah Memenuhi, Penerapan PPKM di Sumsel Dinilai Urgen dan Mendesak

"Salat Tarawih boleh, salat Id boleh. Tinggal nanti aturannya bagaimana, jaraknya, tentang protokol kesehatannya dan apa kewajiban dari rumah ibadah itu. Nanti kita atur," kata dia usai Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pengawasan Pembangunan Tingkat Provinsi Sumsel di Aryaduta Palembang, Selasa (6/4/2021).

Menurut Herman Deru, masuknya provinsi Sumsel sebagai daerah penerapan PPKM mengindikasikan provinsi ini harus melakukan perbaikan penanganan Covid-19.

Baca juga: KAPOLDA Sumsel Beri Penghargaan ke 19 Anggota yang Dinilai Berdedikasi, ada Nama Kompol M Hadiwijaya

Baca juga: Link Download Jadwal Imsakiyah Palembang, Sumsel, Seluruh Indonesia, Ramadan 2021, Muhammadiyah & NU

"Saya berterima kasih Sumsel masuk dalam 20 daerah wajib PPKM, artinya ada perbaikan-perbaikan dan diserahkan kepada gubernur untuk menentukan aturannya. Misalnya pembukaan restoran. Prinsip boleh, cuma nanti tunggu aturan teknisnya," ujarnya.

Deru menyebutkan, pelaksanaan PPKM Mikro di Sumsel menyesuaikan dengan kondisi di daerah ini.

Pelaksanaannya pun dimungkinkan berbeda dari pelaksanaan di Jawa dan Bali.

"Dari yang baik-baik mereka (Jawa dan Bali) kita ambil. Ada yang mungkin tidak cocok dengan kultur kita," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved