Berita Sriwijaya FC

Gelandang Sriwijaya FC Asal Pringsewu Lampung Ini Beberkan Alasan Mengidolakan Kakak Kandungnya

Dedi Hartono bukan wajah baru di Sriwijaya FC, gelandang anyar yang mengenakan nomor 10 ini mulai bergabung latihan di bawah pelatih Nil Maizar

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Gelandang anyar Sriwijaya FC Dedi Hartono yang mengenakan nomor 10 ini mulai bergabung latihan di bawah pelatih Nil Maizar di Stadion Atletik Luar Jakabaring, Senin (5/4/2021) pagi. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG ---- Tampang Dedi Hartono bukan wajah baru di Sriwijaya FC, gelandang anyar Dedi Hartono yang mengenakan nomor 10 ini mulai bergabung latihan di bawah pelatih Nil Maizar di Stadion Atletik Luar Jakabaring, Senin (5/4/2021) pagi.

Dedi yang musim kompetisi 2020 lalu di Borneo FC, mengaku mengidolakan pemain sepakbola yang tak lain merupakan kakak kandungnya sendiri.

"Idola dengan kakak saya sendiri May Rahman yang pensiun 2010. Dia malang melintang ke Semen Padang, Persebaya, PSIS, Persita, Persijatim sebelum namanya jadi SFC dulunya," ungkap Dedi yang kelahiran Lampung, 12 November 1987 kepada Sripoku.com.

Bapak satu anak (Sakual Mahres Hartono) buah pernikahannya dengan Sebrina Belinda Cralissa ini pun membeberkan alasan memgidolakan May Rahman.

"Ya karena saya dari kecil sama aja kayak diasuh sama dia. Dikasih wejangan, ceramah soal bola begini begini. Salah satu motovasi saya jadi pemain sepakbola. Menurut saya pemain Indonesia lainnya sama saja. Kan hak saya yang meniru, bukan yang di sana. Yang mengajarkan saya, orang-orang dekat saya. Makanya saya pengalaman ya itulah," kata Dedi Hartono.

Baca juga: Alasan Direktur Marketing PT SOM Sriwijaya FC Incaran Sponsor Dari Perkebunan Industri dan Pengusaha

Baca juga: Update Bursa Transfer Sriwijaya FC, Ini Sedikit Bocoran Siapa Pemain Naturalisasi Diincar Manajemen

Dedi mengaku senang akhirnya tahun ini bisa berjodoh dengan tim berjuluk laskar wongkito dan menganggap Tahun 2016 belum berjodoh saja.

"Tertarik ke Sriwijaya FC ini karena target manajemen untuk lolos Liga 1 Indonesia. Dulu hampir mau jadi di Sriwijaya. Namun itulah belum rezeki waktu itu. Tahun 2016 kalau gak salah," terangnya.

Menanggapi persiapan beberapa tim seperti PSMS, Dewa United, PSG sudah jor joran dalam persiapan, menurut Dedi tim Sriwijaya FC pun tak kalah gesitnya.

"Yang jelas setiap tim punyo optimis, menurut saya materi serang bagus-bagus. Mau tim lain jor joran pemain hebat, menurut saya semua nanti dibuktikan di lapangan.," katanya.

Dedi Hartono adalah pemain sepakbola Indonesia yang bermain untuk Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Selain rajin menusuk dari garis pinggir lapangan, melewati satu atau dua pemain lawan dengan mudahnya, Dedi kerap melepas umpan-umpan crossing yang membuat pertahanan lawan kocar-kacir.

"Saya mengawali di klub PSBL Bandarlampung 2005, Semen Padang 2006-2007, Batito 2011. Di Barito selama 5 musim sampai 2017. Kemudian pindah ke Mitra Kukar 2018. Lalu balik lagi Semen Padang 2019. Terakhir 2020 di Borneo FC," kata Dedi.

Setelah sempat mengenakan jersey Sriwijaya FC namun belum berjodoh bergabung, baru musim kompetisi 2021 ini Dedi Hartono

"Menurut saya setiap perjalanan selalu ada histori. Tapi yang jelas menurut saya semuanya pengalaman berharga, berkesan semua. Gak bisa dibilang satu ini. Sama saja karena setiap perjalanan saya nikmati perjalanan itu," terangnya.

Klub tempatnya bekerja dirasakannya dekat dengan tanah kelahiran, sehingga terpikirkan olehnya nanti untuk menyempatkan pulang kampung ke Pringsewu Lampung.

"Ya kalau di sini rencana-rencana mau mudik kan deket. Kalau rumah saya itu di Pringsewu dari sini jalan 5 jam itu udah nyantai keluarga saya semuanya di Lampung."

"Bapak, Ibu, Mertua, istri, anak semua. Tepatnya di Desa Tegal Sari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved