Pengakuan Pria Pembuat Senjata Api Ilegal di Desa Sungai Ceper OKI, Satu Pistol Diupah 10 Ribu
"Memang selama setahun ini saya selalu mengambil upahan untuk mengelas senjata api ini. Setiap satu pistol saya dibayar Rp. 10.000," jelasnya.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Aparat kepolisian dari Polres OKI menggerebek pabrik senjata api ilegal di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.
Penggerebekan yang diwarnai tembakan dari warga setempat ini, polisi menangkap seorang pria bernama Rafid (36) yang diduga pembuat senjata api ilegal di Desa Sungai Ceper tersebut.
Sejumlah barang bukti berhasil diamankan aparat kepolisian.
Baca juga: Penggerebekan Pabrik Senpi Ilegal di Sungai Ceper OKI Mencekam, Mobil Polisi Dihujani Tembakan Warga
"Bukan, bukan saya yang buat senjata api ini," jelasnya kepada awak media, Minggu (28/3/2021) sore.
Dijelaskannya, jika dirinya hanya berperan mengambil upahan mengelas gagang senpira yang dititipkan oleh orang lain.
"Memang selama setahun ini saya selalu mengambil upahan untuk mengelas senjata api ini.
Setiap satu pistol saya dibayar Rp. 10.000," jelasnya.
Ketika disinggung mengenai ditemukannya puluhan butir peluru. Rafid berdalih bahwa peluru tersebut digunakan untuk mengetes senjata api yang telah selesai dilas.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
"Jadi kan setelah pistol selesai dibuat, para pemilik datang dan melakukan pengetesan apakah pistol sudah layak atau belum.
Peluru-peluru itu disiapkan cuma untuk ngetes tembakan saja," terang Rafid.
• Mengerikan, Plasenta Manusia Dijual di Pasar Gelap, Ternyata Digemari Dijadikan Makanan Karena Ini.
Ditegaskan kembali, usaha pistol yang dijalani bukan miliknya.
"Saya hanya tukang las yang biasa ambil upahan mengelas motor dan perahu ketek.
Karena setahun terakhir sepi jadi saya mengambil upah sampingan untuk ngelas pistol," kata Rafid.
Pabrik pembuat senjata api rakitan di OKI secara home industry itu terungkap berkat adanya informasi yang disampaikan masyarakat bahwa terdapat ribuan butir peluru ilegal masuk ke Desa Sungai Ceper.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/senpilegalokitangkap.jpg)