Panti Asuhan Al-Barokah,Laskah Para Santri Pengejar Mimpi
Awalnya memang Asrun tidak biasa dengan jadwal dan aktivitas yang kini ia telah jalani selama setahun di Panti Asuh Al-Barokah Bukit Asam
SRIPOKU.COM -- Meski langit masih gelap dan ayam belum berkokok, Asrun Saputra harus melawan rasa kantuk dan bersiap untuk mengawali harinya.
Membasuh wajah dan mandi dengan air yang bikin tubuh membeku, ia dan kawan-kawannya mesti berlomba agar tak terlambat untuk menunaikan ibadah salat subuh.
Awalnya memang Asrun tidak biasa dengan jadwal dan aktivitas yang kini ia telah jalani selama setahun di Panti Asuhan Al-Barokah Bukit Asam, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
"Dalam hati ini, sempat menangis sedih karena jauh dari ibu, karena aku disini sendiri, ibu juga tinggal sendiri di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel),” tutur Asrun, sambil mengenang masa-masa awalnya di Panti.
Lambat laun, seiring berjalan waktu rasa sedih berganti menjadi semangat untuk mengejar mimpinya. Ia kembali fokus pada tujuannya untuk menimba ilmu, membahagiakan orang tua yang berada di kampung.
Apalagi, di Panti Asuh Al Barokah ia juga bertemu dengan teman-teman sebaya yang saling berlomba dalam ibadah maupun belajar. Rutinitas seperti mengaji dan menghafal Al-Quran ia tekuni, hingga kini ia telah hafal luar kepala juz terakhir dari kitab Quran.
Baca juga: Meski tak Dipertandingkan di PON Papua, Kepengurusan Cabor Ini Semangat Serentak Dilantik
Baca juga: Begini Nasib Donald Trump Pasca Hengkang Dari Gedung Putih, Semakin Tak Beruntung
Baca juga: Jika Kelupaan Rakaat Sholat Lakukan Sujud Sahwi Sebagai Penyempurna, Berikut Tata Caranya
Menurut Asrun, keputusan keluarga untuk menitipkannya di Panti Asuh sangat tepat untuk membantu mengejar mimpinya menjadi polisi di masa depan.
Pengalaman serupa juga diceritakan Laras Setianda, 16 tahun, warga Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Danku, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.
Laras yang masih bersekolah di SMA Islam Terpadu Muara Enim mengaku sempat kaget saat gabung Juni 2020 lalu terhadap kebiasaan di Panti Asuh.
“Pagi - pagi sekali, kami harus sudah siap berbaris rapi di halaman depan gedung tempat belajar. Ustadz dan ustadzah yang baik - baik mulai mengecek kesiapan kami sebelum menuju masjid untuk salat subuh berjamaah,” kenang Laras.
Tak hanya ia terbiasa bangun subuh sebelum adzan berkumandang sekarang, salat malam dan tahajud pun telah menjadi rutinitas baginya.
Laras merupakan salah satu santri berprestasi di sana. Selain hafalan Quran-nya yang semakin bertambah, ia juga menjadi juara di sejumlah perlombaan seperti marawis, pidato, azan, murotal, tahfidz, hingga membuat film dokumenter bertema melawan pandemi Covid-19.
Laras berjanji akan berbuat yang terbaik untuk membanggakan orang tua yang telah mempercayakannya belajar di Panti Asuh Al Barokah dengan torehan prestasi dan mencari ilmu sebanyak - banyaknya serta lebih rajin beribadah.
Ia mengutarakan cita - citanya untuk menjadi seorang multi billingual atau bisa bermacam - macam bahasa yang bisa dijadikan bekalnya untuk menjadi diplomat.
Pengasuh Panti Asuh Al Barokah, Ustadz Badru Sallam, menceritakan bahwa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/santri-panti-asuhan-al-barokah-bukit-asam.jpg)