Berita Palembang

Beruang Hitam Bikin Berry On Fire, tapi Korban sudah tak Kuat, Janda Muda tewas Ditangan Pelanggan

Kematian tak wajar janda muda itu terus dicari tau penyebabnya. Polisi saat itu menduga, Yuliana merupakan korban pembunuhan.

Editor: Yandi Triansyah
Kolase SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Pelaku pembunuhan janda muda Berry saat dihadirkan rekonstruksi di Hotel Rio Palembang, Kamis (17/3/2021) 

"Tersangka ini kesal karena perjanjian kencan antara pelaku dan korban tidak sesuai dengan harapannya.

Yang mana dari perjanjian awal, pelaku dan korban membuat perjanjian untuk melakukan kencan selama tiga jam," kata Irvan, Minggu (17/1/2021).

Namun, pada saat berkencan, tersangka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan perjanjian awal. 

Dari situ, tersangka kesal hingga akhirnya nekat melakukan tindakan menghilangkan nyawa korban.

Hasil Rekonstruksi

Jajaran Polrestabes Palembang melakukan rekonstruksi pembunuhan janda muda Yuliana, Kamis (18/3/2021).

Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian Hotel Rio Palembang.

Tersangka Berry langsung dihadirkan petugas.

Keluarga korban turut hadir dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut.

Terdapat 37 adegan yang ada dalam rekonstruksi tersebut.

ilustrasi
Update 18 Maret 2021. (https://covid19.go.id/)

Pelaku merupakan pelanggan korban.

Keduanya sudah sepakat dengan harga yang sudah ditentukan.

Kemudian korban melayani pelaku di kamar hotel 625 itu.

Sebelum melakukan hubungan layaknya suami istri, tersangka terlebih dahulu memberikan uang sebagai tanda jadi kencan tersebut.

Barulah setelah itu, tersangka dan korban langsung melakukan hubungan layaknya suami istri.

Setelah melakukan hubungan itu, pelaku mandi dan duduk di kursi sambil merokok.

Tak lama berselang, pelaku mau minta diservice lagi,
namun korban menolaknya.

Pelaku yang kesal ajakanya ditolak lantas menindih korban.

Hal itu terlihat pada adegan ke 14.

Tersangka menindih korban yang sedang telungkup di atas kasur dan meminta berhubungan badan kembali, tetapi korban menolak.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Korban sempat berontak, dan memilih pindah kasur.

Bukannya menghentikan aksinya, tersangka kembali menindih korban dan membekap mulut korban tetapi korban berteriak minta tolong.

Tersangka mengikat kedua tangan korban ke arah belakang dengan menggunakan celananya.

Karena korban masih berontak tersangka mengikat mulut korban dengan menggunakan baju kaos.

Karena korban masih bergerak maka Tersangka terus menindih korban hingga tak bergerak lagi.

Setelah korban tak bergerak lagi, tersangka langsung menutup korban dengan menggunakan selimut dan mengambil barang korban hingga pergi dari kamar tersebut.

Pelaku tak Puas

Berry mengakui pembunuhan yang dilakukannya terhadap Yuliana.

Ia mengaku menyesal atas perbuatannya itu.

Tapi penyesalan itu sudah terlambat, sebab Yuliana sudah pergi untuk selamanya.

Berry mengaku sempat mengkonsumsi obat kuat beruang hitam.

Setelah main dengan korban selama 30 menit.

Pelaku malah ingin nambah dan mengajak korban berhubungan lagi.

"Janjinya kemarin tiga jam kencan, baru sekali sekitar 30 menit. Waktu aku mau ngajak main lagi dia menolak," kata Berry, Kamis (18/3/2021).

Berry mengatakan hal tersebut tidak sesuai dengan keinginannya yang masih mau berkencan dengan korban meskipun kencan pertama sudah selesai dilakukan.

Sebelum melakukan hubungan suami istri dengan korban, Berry sempat terlebih dahulu meminum obat kuat jenis pil untuk meningkatkan gairah seksualnya.

"Karena kesal itulah aku nekat berbuat seperti itu. (*)

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Hotel Rio, Mata Ibu Mendiang Yuliana Berkaca-kaca, Wajah Pelaku Datar

Baca juga: Misteri Kematian Yuliana Terjawab, Korban Meninggal Akibat Serangan Jantung

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved