Berita Palembang
Beruang Hitam Bikin Berry On Fire, tapi Korban sudah tak Kuat, Janda Muda tewas Ditangan Pelanggan
Kematian tak wajar janda muda itu terus dicari tau penyebabnya. Polisi saat itu menduga, Yuliana merupakan korban pembunuhan.
SRIPOKU.COM - Rabu (6/1/2021) dini hari, penghuni Hotel Rio Palembang, digemparkan penemuan mayat seorang perempuan.
Jasad ditemukan dalam kondisi tak wajar. Beberapa bagian tubuh korban terlihat terluka.
Korban terbaring di kamar hotel dengan kondisi tangan terikat.
Belakangan diketahui, korban bernama Yuliana (25) janda muda beranak dua.
Kemudian jasad korban dibawa RS M Hasan Bhayangkara Palembang.
Korban Pembunuhan
Kematian tak wajar janda muda itu terus dicari tau penyebabnya.
Polisi saat itu menduga, Yuliana merupakan korban pembunuhan.
Sebab ditemukan bekas cekikan, dan bercak darah di bantal di sekitar korban.
Ibu dua anak itu, diduga dibekap dengan bantal hingga menyebabkan korban tewas.
Usut punya usut, korban merupakan wanita penghibur.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:
Berlahan, jejak pelaku mulai tercium.
Pembunuh Yuliana diduga tamu terakhir bersama korban.
Yuliana sempat menerima pesan Mi Chat dari seorang laki-laki.
Pria itu lah yang diduga membunuh korban.
Tapi pria ini tak meninggalkan jejak, sehingga polisi sempat kesulitan mengungkap kasus tersebut.
Kesaksian Karyawan
Kematian Yuliana sempat menjadi misteri.
Yuliana saat itu, sudah seminggu menginap di hotel itu.
Wanita 25 tahun itu sudah tiga kali berpindah kamar.
Korban tak sendirian, ia ditemani dengan dua orang pria.
Bambang (45) kepala teknisi hotel Rio mengatakan tewasnya Yuliana baru diketahui saat seorang pria yang ikut menginap bersama korban di lantai 6 hotel meminta bantuan kepada petugas hotel sekira pukul 22.44 WIB.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
"Saya kurang tahu pasti waktu itu rekan korban minta tolong seperti apa, tapi informasi yang saya terima, rekannya itu sudah seperti gelagapan. Intinya dia minta tolong terkait keadaan korban," kata Bambang, Rabu (6/1/2021).
Mendapat laporan itu, pihak hotel langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi aparat kepolisian.
Selama menunggu aparat tiba, tidak ada petugas hotel yang berani mendekat ke kamar tempat jenazah korban berada itu.
Namun petugas hotel meminta kepada rekan korban untuk tidak meninggalkan lokasi hotel tersebut.
"Dua temannya sempat mau pergi, tapi saya tahan. Saya bilang nanti dulu, tunggu polisi datang," lanjutnya.
Dikatakan Bambang, korban sudah menginap di Hotel Rio kurang lebih selama seminggu bersama dua pria yang mengaku sebagai rekannya.
"Mereka Extend di sini, jadi pindah-pindah kamar sebanyak tiga kali selama satu minggu menginap di sini. Selama menginap, mereka tidak ada gelagat mencurigakan. Korban juga dalam keadaan sehat," kata Bambang.
Hingga saat ini jenazah korban pun berada di RS M Hasan Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi, namun belum tampak adanya pihak keluarga mendatangi RS.
Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:
11 Hari Terungkap
Butuh 11 hari, pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
Ternyata benar, Yuliana merupakan korban pembunuhan.
Pelaku yakni Berry (24) yang merupakan warga yang tinggal di Jalan Rimba Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang.
Berry adalah pria yang menjadi tamu terakhir Yuliana.
Pelaku ditangkap jajaran Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang.
Tak Puas Layanan Korban
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, mengatakan bahwa pelaku yang tinggal di sebuah bedeng tersebut merupakan pelanggan korban yang bertemu melalui aplikasi Michat.
Korban diminta untuk melayani korban di lokasi kejadian selama tiga jam.
Motif dari pembunuhan itu dilatar belakangi oleh kekesalan tersangka terhadap korban.
Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

"Tersangka ini kesal karena perjanjian kencan antara pelaku dan korban tidak sesuai dengan harapannya.
Yang mana dari perjanjian awal, pelaku dan korban membuat perjanjian untuk melakukan kencan selama tiga jam," kata Irvan, Minggu (17/1/2021).
Namun, pada saat berkencan, tersangka tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan perjanjian awal.
Dari situ, tersangka kesal hingga akhirnya nekat melakukan tindakan menghilangkan nyawa korban.
Hasil Rekonstruksi
Jajaran Polrestabes Palembang melakukan rekonstruksi pembunuhan janda muda Yuliana, Kamis (18/3/2021).
Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian Hotel Rio Palembang.
Tersangka Berry langsung dihadirkan petugas.
Keluarga korban turut hadir dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut.
Terdapat 37 adegan yang ada dalam rekonstruksi tersebut.

Update 18 Maret 2021. (https://covid19.go.id/)
Pelaku merupakan pelanggan korban.
Keduanya sudah sepakat dengan harga yang sudah ditentukan.
Kemudian korban melayani pelaku di kamar hotel 625 itu.
Sebelum melakukan hubungan layaknya suami istri, tersangka terlebih dahulu memberikan uang sebagai tanda jadi kencan tersebut.
Barulah setelah itu, tersangka dan korban langsung melakukan hubungan layaknya suami istri.
Setelah melakukan hubungan itu, pelaku mandi dan duduk di kursi sambil merokok.
Tak lama berselang, pelaku mau minta diservice lagi,
namun korban menolaknya.
Pelaku yang kesal ajakanya ditolak lantas menindih korban.
Hal itu terlihat pada adegan ke 14.
Tersangka menindih korban yang sedang telungkup di atas kasur dan meminta berhubungan badan kembali, tetapi korban menolak.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Korban sempat berontak, dan memilih pindah kasur.
Bukannya menghentikan aksinya, tersangka kembali menindih korban dan membekap mulut korban tetapi korban berteriak minta tolong.
Tersangka mengikat kedua tangan korban ke arah belakang dengan menggunakan celananya.
Karena korban masih berontak tersangka mengikat mulut korban dengan menggunakan baju kaos.
Karena korban masih bergerak maka Tersangka terus menindih korban hingga tak bergerak lagi.
Setelah korban tak bergerak lagi, tersangka langsung menutup korban dengan menggunakan selimut dan mengambil barang korban hingga pergi dari kamar tersebut.
Pelaku tak Puas
Berry mengakui pembunuhan yang dilakukannya terhadap Yuliana.
Ia mengaku menyesal atas perbuatannya itu.
Tapi penyesalan itu sudah terlambat, sebab Yuliana sudah pergi untuk selamanya.
Berry mengaku sempat mengkonsumsi obat kuat beruang hitam.
Setelah main dengan korban selama 30 menit.
Pelaku malah ingin nambah dan mengajak korban berhubungan lagi.
"Janjinya kemarin tiga jam kencan, baru sekali sekitar 30 menit. Waktu aku mau ngajak main lagi dia menolak," kata Berry, Kamis (18/3/2021).
Berry mengatakan hal tersebut tidak sesuai dengan keinginannya yang masih mau berkencan dengan korban meskipun kencan pertama sudah selesai dilakukan.
Sebelum melakukan hubungan suami istri dengan korban, Berry sempat terlebih dahulu meminum obat kuat jenis pil untuk meningkatkan gairah seksualnya.
"Karena kesal itulah aku nekat berbuat seperti itu. (*)
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Hotel Rio, Mata Ibu Mendiang Yuliana Berkaca-kaca, Wajah Pelaku Datar
Baca juga: Misteri Kematian Yuliana Terjawab, Korban Meninggal Akibat Serangan Jantung